|
Saat mengunjungi SMPN 15 Surabaya awal Desember 2008, CoP DBE3 yang baru, Stuart Weston, menyaksikan proses pembelajaran yang menurutnya berkelas dunia. Seringkali pelajaran PKn diajarkan dengan metode indoktrinasi, tapi di kelas 9 SMPN 15 Surabaya PKn disampaikan dengan cara diskusi dan debat mengenai persoalan yang ada.
Siswa kelas 9 dikelompokkan dan diminta untuk memilih tema yang sedang hangat diberitakan. Mereka kemudian harus membuat ringkasan dan memberikan solusi dari persoalan yang mereka bahas.
Tema yang dipilih termasuk pemboman di Hotel Marriot di Islamabad, Pakistan dan penghapusan korupsi di Indonesia – termasuk kasus Bank Indonesia.
Pengetahuan siswa mengenai hal-hal ini sangat baik dan solusi yang mereka tawarkan kadang sangat mengagumkan – walau terkadang agak idealistis.
|
Tiap kelompok memberikan presentasi dan kemudian mereka mengundang teman-teman mereka untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan. Pertanyaan dan tanggapan mereka cukup kritis dan diskusi berjalan dengan meriah.
Diskusi ini dipandu oleh dua orang guru yaitu Bpk Imam Mustakim and Ibu Alima, yang menjalankan tugasnya sebagai tim fasilitator dengan mengesankan. Tema-tema yang dipilih, solusi permasalahan dan semua tanggapan serta saran berasal dari siswa. Pada pelajaran ini siswa belajar untuk mempraktekkan life skills mereka. Setelah mendengarkan diskusi dan tanggapan dari para siswa, Pak Stuart mengatakan, “Ada banyak calon gubernur untuk Jawa Timur di kelas ini.”
Praktek Pelajaran IPA
Setelah mengunjungi kelas PKn, Pak Stuart bersama dengan tim BDE3 berkunjung ke kelas IPA. Para siswa sedang mengerjakan percobaan untuk mengetahui material -
|
mana saja diantara kapas, plastik dan tangkai tanaman, yang mampu menyerap cairan melalui proses kapiler (lihat foto).
|
Siswa SMPN 15 Surabaya, sedang mempelajari peristiwa kapiler. Sebaiknya mereka diberi kesempatan lebih untuk menuliskan laporan hasil pengamatan.
|
menulis beberapa kata tentang apa yang mereka amati. Tentu saja akan lebih baik lagi jika mereka diminta untuk menulis laporan bagaimana mereka melakukan percobaan, pengamatan mereka dan kesimpulan mereka. Untuk membangun life skills pada siswa, mereka harus diberi lebih banyak kesempatan untuk berpikir dan mengungkapkan pendapat. Penekanan pada hal ini akan menjadi fokus pada pelatihan yang akan datang. (Stuart Weston)
|