Catatan Dari Binjai, Sumatra Utara
Pada pertengahan November 2008, Bpk. Stuart Weston, CoP DBE3, berkunjung ke Binjai, Sumatra Utara. Dalam kunjungan ini Pak Stuart berkesempatan untuk mampir ke SMP Tunas Harapan. Berikut ini adalah catatannya.
|
Kemajuan di bidang pendidikan akan lebih berhasil jika semua pihak mempunyai komitmen yang tinggi untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan.
|
Kota, Sekolah dan Guru Ingin Maju Bersama
Di Kota Binjai, Sumatera Utara, semua pihak yang terkait dengan pendidikan mengungkapkan keinginan mereka untuk ikut serta secara lebih mendalam dalam kegiatan peningkatan mutu pendidikan yang diselenggarakan DBE3. Bpk. Surya Dharma, Koordinator Pengawas dari Dinas Pendidikan meminta agar semua pengawas dilibatkan dalam pelatihan guru, supaya mereka dapat menunjang kegiatan guru di sekolahnya masing-masing.
|
|
Bpk. Surya Dharma (kiri), Koordinator Pengawas dari Dinas Pendidikan, mengutarakan pendapatnya agar semua Pengawas diikutkan dalam pelatihan guru
|
|
|
Bpk. Stuart Weston dan Bpk. Budiman Saragih (tengah) sedang berbincang-bincang dengan Kepala Sekolah SMPS Tunas Pelita
|
Kepala Sekolah Yang Ingin Maju
Dalam kunjungan ke SMPS Tunas Pelita, Binjai, Bpk Stuart Weston (CoP DBE3) dan Bpk. Budiman (Koordinator Propinsi Sumatera Utara) berbincang dengan Kepala Sekolah, Bpk. Widiatmoko.
|
|
Kemajuan sekolah sangat tergantung pada komitmen kepala sekolah.
|
Dalam kesempatan itu, Bpk. Widiatmoko mengutarakan harapannya agar guru-guru SMPS Tunas Harapan mendapatkan pelatihan agar keterampilan kecakapan hidup bisa diintegrasikan ke semua mata pelajaran.
Keinginan yang diutarakan oleh Bpk. Widiatmoko berawal dari rasa kepeduliannya terhadap kualitas pembelajaran. Selama ini Bpk. Widiatmoko sering mengadakan kegiatan MGMP untuk mengembangkan CTL dan PAKEM di semua mata pelajaran.
Hasil dari upaya ini bisa terlihat ketika Bpk. Stuart Weston mengunjungi kelas Bahasa Indonesia.
|
|
Pembelaran CTL atau PAKEM tidak membutuhkan alat dan bahan yang mahal dan dapat diterapkan di semua mata pelajaran. Yang penting adalah siswa diberi tugas yang mendorong mereka untuk berpikir dan mengungkapkan pendapatnya.
|
Kecakapan Hidup dalam Pembelajaran B. Indonesia
Meskipun DBE 3 baru saja melatih guru secara mendalam di tiga mata pelajaran, yaitu B. Inggris, Matematika dan PKn, Bpk Sujarno, guru di SMPS Tunas Pelita, Binjai, menerapkan CTL-PAKEM untuk mengembangkan kecakapan hidup siswanya dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Siswa-siswi diminta bekerja dalam kelompok. Kemudian tiap kelompok mendapatkan cerita pendek yang berbeda.
Kemudian mereka diminta untuk memaparkan hal yang terkait dengan cerita pendek, seperti merangkum isinya, menjelaskan ciri-ciri cerita pendek, dsb. Setelah semua diselesaikan, tiap kelompok harus membacakan hasil diskusinya dan menjawab pertanyaan dari kelompok lain .
|
|
Seorang siswa SMPS Tunas Pelita sedang membacakan hasil diskusi kelompoknya dalam pelajaran Bahasa Indonesia
|
|
|