|
Antara bulan Oktober dan November 2008 DBE3 Aceh Utara melakukan kegiatan kunjungan ke dua sekolah – SMPN 2 dan SMPN 4 Lhoksukon – untuk melihat implementasi pengetahuan guru-guru yang mendapatkan pelatihan dari DBE3. Kunjungan ke SMPN 2 dilakukan pada 18 Oktober dan 1 November, sementara kunjungan ke SMPN 4 dilakukan pada 30 Oktober dan 6 November.
Ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam kunjugan ini. Salah satunya adalah guru tidak terbiasa untuk dijadikan objek observasi. Ibu Nurjannah, guru SMPN 4 mengatakan, “Saya gugup ketika mengajar.
Ini pertama kalinya saya dijadikan objek observasi. Pengawas sekolah atau kepala sekolah belum pernah yang datang ke kelas saya untuk melihat cara saya mengajar. Saya tahu saya membuat kesalahan (ketika diamati). Saya harap saya mendapatkan masukan untuk memperbaiki kemampuan saya.” Seperti halnya dengan Ibu Nurjannah, Bpk. Dangmiftahul, guru IPA SMPN 2 juga menyatakan,
|
“Saya merasa banyak melakukan kesalahan (ketika diobervasi – Red.)
Menjadi obyek observasi ternyata cukup mempengaruhi kinerja guru di kelas. Pengalaman bertahun-tahun tidak menjamin mereka akan merasa nyaman ketika diobservasi.
Hal lain yang menjadi perhatian tim adalah cara mengajar guru yang cenderung seperti memberikan kuliah dan juga pengaturan kelas.
Guru cenderung untuk meminta siswa bekerja dalam grup yang besar. Hal ini tidak efektif karena hanya segelintir siswa yang aktif sementara yang lainnya menjadi pasif.
Dalam diskusi pasca observasi, tim DBE3 menekankan supaya guru bisa mengajar dengan metoda yang lebih baik dan efektif sehingga siswa bisa berdiskusi dengan lebih intensif satu sama lain.
Hasil dari diskusi ini sangat bermanfaat. Pada kunjungan kedua ke sekolah tim DBE3 tidak hanya melihat perubahan positif pada cara guru mengajar tetapi tim juga melihat guru bisa membuat siswa lebih antusias dan -
|
tertarik pada mata pelajaran. Bpk. Dangmiftahul mengatakan ia mengajar dengan lebih baik setelah mendapatkan masukan dari tim DBE3. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ia lebih percaya diri dengan metoda yang ia gunakan sekarang ini.
Senada dengan Bpk. Dangmiftahul, Ibu Nurjannah mengatakan ia mendapatkan manfaat dari diskusi dengan tim dan merasa kemampuan mengajarnya meningkat.
“Saya bisa mengajar dengan lebih baik. Saya merasakan hal ini. Siswa saya juga makin tertarik pada pelajaran saya. Tapi saya harus terus memperbaiki diri,” kata Ibu Nurjannah.
Aktifitas yang dilakukan DBE3 di SMPN2 dan SMPN 4 Lhoksukon adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran di Aceh Utara. DBE3 akan terus membantu Ibu Nurjannah, Bpk. Dangmiftahul dan guru-guru lainnya untuk mencapai kualitas tersebut.
|