Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 10
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Praktik Yang Baik

Halaman 20 


Ketika Kelas Jadi Pasar

Ibu Darmian Samosir, S.Pd, Guru IPS SMPN 1 Sidikalang, Dairi, Sumut, punya cara lain mengajarkan tentang pasar. Ia tidak memungut teori dari buku lalu mendiktekannya kepada siswa. Ibu Darmian mengajak siswa "membangun" pasar di dalam kelas. Siswa berperan menjadi penjual dan pembeli.

Kelas VIII - 6 tampak berantakan. Di pintu kelas sejumlah baju tergantung. Di atas meja rupa-rupa barang berserakan. Kelas itu mirip pasar. Berbeda dengan pasar tradisional yang becek, bau dan hiruk pikuk. Pasar kelas VIII -6 dibangun di atas lantai semen dan kios-kiosnya terdiri atas meja belajar. Proses tawar-menawar juga terbilang unik.

Si pedagang tidak sekadar menjual barang, tapi menerangkan kepada si pembeli tingkat harga dari setiap barang yang dijajakan. Menurut Ibu Darmian dengan membuat pasar di kelas, siswa lebih mudah memahami proses jual beli dalam sistem perekonomian. Lebih lanjut, Ibu Darmian mengatakan bahwa model pembelajaran seperti yang Ia ampu akan memberikan siswa kemampuan tawar-menawar di pasar. "Setidaknya siswa bisa menawar barang lah," tutur Ibu Darmian.

Suasana kelas yang dbuat Ibu Darmian menjadi model pasar, membuat proses belajar menjadi bermakna.



Belajar Menulis Petunjuk dari Petani

Siswa belajar langsung dari narasumber dan lahan pertanian.

PAK SUAIB, petani jagung di Tamalatea, kabupaten Jeneponto, tampil di depan kelas dan di kebun menjelaskan siswa kelas VIII SMPN 4 Tamalatea tentang tatacara menanam jagung dengan benar. Hari itu, Pak Orban guru Bahasa Indonesia, sengaja melibatkan anggota masyarakat sebagai sumber belajar bagi siswa untuk mencapai Kompetensi Dasar: 4.3. Menulis Petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif.

Targetnya siswa mampu menangkap ide pokok langsung dari narasumber Kegiatan inti pembelajaran selama 2 x 40 menit meliputi:

Pertama, memberikan siswa Tugas Individu untuk mencatat fakta-fakta tentang keadaan dua kelompok tanaman jagung yang ditanam secara benar lalu dirawat dengan baik serta kelompok yang cara penanamannya tidak tepat menanam; menyimak dan mencatat informasi pokok tentang cara-cara menanam jagung yang diuraikan langsung dari petani.

Kedua, siswa mengerjakan Tugas Kelompok:
(1) mendiskusikan dan merumuskan informasi dari petani menjadi teks petunjuk cara menanam jagung secara benar,
(2) memilah dan menemukan kalimat clue (petunjuk) yang benar dari Amplop Sumber Belajar untuk dirangkai menjadi teks cara menanam jagung secara benar,
(3) bekerjasama merangkai kalimat menjadi teks petunjuk tentang langkah-langkah yang benar menanam jagung,
(4) memajang hasil karya kelompok. Pada sesi ini saya menegaskan kepada siswa agar tidak menghabiskan banyak waktu untuk menghiasi karyanya.
(5) belanja gagasan (shopping idea). Pada sesi ini saya mengarahkan siswa untuk mencermati perbedaan yang ditemukan prensentasi hasil karya.

Pada sesi ini saya memfasilitasi diskusi antar kelompok, memberi siswa kesempatan untuk saling mengkritisi pendapat. Ketiga, memberikan penguatan dengan menunjukkan urutan kalimat yang lebih tepat tentang langkah-langkah menanam jagung yang benar. Kegiatan inti pembelajaran saya kelola selama 65 menit. Apersepsi dan motivasi siswa selama 10 menit serta 5 untuk kegiatan refleksi pembelajaran.

Setelah pembelajaran aktif ini, saya mendapatkan siswa-siswa saya mampu mengumpulkan ide pokok dari narasumber, mengeksplorasi kemampuan berbahasanya baik dalam bahasa tulis menyusun petunjuk melakukan sesuatu maupun kemampuan bahasa lisan lewat presentasi, diskusi dan beda pendapat.


Inovasi Pendidikan diterbitkan oleh DBE3 dan didanai oleh USAID untuk mendokumentasikan dan menyebarkan inovasi serta praktik-praktik yang baik yang terkait dengan pendidikan dasar. Jika anda ingin berkontribusi, silakan kirim artikel berikut foto ke thutabarat@savechildren.org.