Menuju Perubahan yang Berkelanjutan
PROSES menuju pembelajaran yang bermakna bukanlah kerja perseorangan, melainkan membutuhkan kerja kolektif semua pihak termasuk dari para pemangku kepentingan untuk terus berupaya bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Komitmen dari para pemangku kepentingan untuk terus melanjutkan perubahan yang selama ini telah terjadi patut diapresiasi.
Keinginan kabupaten/kota untuk mereplikasi secara mandiri program DBE3 juga menunjukkan grafik peningkatan. Ini membuktikan peningkatan kualitas di bidang pendidikan utamanya dalam hal peningkatan kompetensi para tenaga pendidik sudah menjadi prioritas.
|
Penambahan fasilitator di tiap gugus atau cluster adalah salah satu cara untuk melanjutkan perubahan di sekolah.
|
Menjelang berakhirnya program DBE3, pemerintah kabupaten/kota telah menyiapkan strategi pengimbasan untuk mendukung keberlanjutan perubahan hasil pendampingan DBE3. Kabupaten Tuban dan Kabupaten Pasuruan adalah dua contoh daerah di Jawa Timur yang sudah mengalokasikan anggaran untuk mendiseminasikan program DBE3 kepada sekolah-sekolah non mitra. Kedua daerah tersebut juga telah mencetak distrik fasilitator tambahan di tiap gugus, dengan tujuan agar perubahan di sekolahsekolah non mitra pasca mereplikasi modul DBE3 cepat terwujud. Hal yang sama juga dilakukan daerah mitra DBE 3 lainnya. Terutama untuk mempertahankan perubahan positif yang telah terjadi, meskipun program DBE3
SMPN 1 Rejoso, Pasuruan, Jawa Timur
Ensiklopedi Sekolah sebagai Sumber Belajar
|
Untuk menunjang pembelajaran, SMPN 1 Rejoso, Pasuruan, Jawa Timur, memfungsikan lingkungan sekolahnya sebagai sumber belajar dengan membuat ensiklopedi sekolah. Sumber belajar tersebut digantung hampir di setiap pohon yang berada di lingkungan sekolah. Dengan adanya ensiklopedi sekolah ini, siswa dapat belajar tak hanya saat di dalam kelas saja, melainkan juga saat mereka berada di luar kelas.
|
|
Inovasi Pendidikan: Media
Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 11/September 2011
|
|