HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE EDISI 2
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 11 


Suasana praktek mengajar di SMPN 4 Karanganom pada saat pelatihan berlangsung.

“Jadilah Fasilitator Yang Lebih Baik”

ITULAH ungkapan yang ditekankan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karanganyar, Drs. Sri Sunanto, pada sambutannya di acara pembukaan pelatihan fasilitator daerah di Sunan Hotel Solo, tanggal 29 Maret 2009.

Beliau juga menambahkan bawa peserta pelatihan harus menyadari bahwa pelatihan ini adalah salah satu medium untuk meningkatkan kualitas dan kecakapan mengajar.

Lebih lanjut, Drs. Sri Sunanto juga menyatakan penghargaannya kepada DBE3 yang telah bekerja untuk meningkat kualitas pendidikan di Jawa Tengah. Beliau berharap agar setiap orang mendukung program DBE3. Kepada peserta beliau berpesan agar peserta menerapkan keterampilan yang didapat selama pelatihan di sekolah masing-masing.

Pelatihan yang difasilitasi oleh fasilitator nasional ini diselenggarakan pada 29 Maret sampai 1 April 2009, melibatkan 95 peserta yang terdiri dari para fasilitator daerah, staf Dinas Pendidikan, Mapenda dan Kantor Depag, serta dosen dari Universitas Negeri Semarang.

Jepara Memfinalkan Rencana Diseminasi

PADA tanggal 22 Januari 2009, DBE3 Jawa Tengah mengadakan pertemuan dengan Dinas Pendidikan Jepara untuk membahas rencana diseminasi program DBE3 tahun 2009. Pertemuan ini dihadiri oleh tujuh orang pejabat dari Dinas Pendidikan, Kantor Depag, Bappeda, dan Dewan Pendidikan.

Di akhir pertemuan semua peserta sepakat untuk melakukan diseminasi setelah UN. Diseminasi ini akan dilakukan untuk 15 SMP dan 15 MTs di empat kecamatan di Jepara, yakni: Keling, Donorojo, Kembang, dan Bangsri. Diseminasi akan melibatkan 90 guru dari mata pelajaran Matematika, PKn dan Bahasa Inggris.

Profil Pak Taqim

Pak Taqim NAMA lengkapnya adalah Drs. H. Mustaqim. Pak Taqim, demikian beliau dipanggil, lahir di Jepara pada tanggal 9 Desember 1957. Sehari-hari pak Taqim bekerja di Kantor Urusan Agama (KUA) Cabang Mayong Jepara sebagai peyuluh agama dengan pangkat ahli madya.

Beliau bergabung dengan DBE3 sejak akhir tahun 2006 dengan posisi sebagai fasilitator daerah untuk lima institusi Non Formal Education (NFE) mitra DBE3 di Kabupaten Jepara. Pak Taqim melayani keinginan peserta untuk belajar. Walau jarak tempuh cukup jauh, dalam satu minggu pak Taqim bisa dua kali berkunjung ke NFE mitra. Kunjungan beliau sebetulnya melebihi kewajibannya sebagai fasilitator daerah.

Pak Taqim melakukan hal ini karena dia peduli terhadap anak didiknya. Ia mengatakan bahwa semakin dekat ia dengan peserta belajar, semakin mudah ia bekerja sama dengan mereka. Baginya, aktivitas menjahit, bordir, obras, komputer dan sablon harus bisa dikuasai santri sebelum keluar dari pondok pesantren dan PKBM supaya mereka mempunyai bekal keterampilan di tengah-tengah masyarakatnya.

Selain bertugas rutin untuk mendampingi para tutor, pak Taqim juga rajin bertemu dengan pimpinan pondok pesantren dan PKBM untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya kegiatan life skill dikelola secara lebih serius.

Sebab sementara ini kegiatan life skill di pondok pesantren terutama kurang mendapatkan perhatian, hanya menjadi kegiatan pelengkap bagi para santri/warga belajar yang berminat saja. Pendekatan pak Taqim ini telah membuahkan hasil.

Tiga pondok pesantren menetapkan kegiatan pelatihan menjahit, bordir dan komputer sebagai kegiatan ektra kurikuler para santri yang wajib diikuti. Dengan keterampilan yang didapat dari pelatihan, para santri akan memiliki bekal yang cukup untuk hidup dimasyarakat. Terima kasih, pak Taqim.

Kursus menjahit, salah satu kegiatan di PKBM dan Pesantren, adalah kegiatan yang memberi keterampilan teknis pada peserta didik.


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Nomor 02/April 2009