HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE EDISI 2
 Berita & Artikel
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Utama

Halaman 2 


  Lebih Lanjut Tentang Pelatihan Nasional

PARA fasilitator nasional dilatih dengan pendekatan dan bahan yang sama dengan bahan yang akan digunakan pada pelatihan fasilitator daerah. Ini artinya para fasilitator nasional ini akan melakukan kegiatan yang relative sama dengan apa yang akan mereka lakukan kemudian pada pelatihan untuk para fasilitator dan sekolah.

Hal ini sangat penting, karena para fasilitator nasional ini harus mempraktikkan sendiri terlebih dahulu kegiatan yang akan dilakukan oleh peserta pelatihan yang dilatihnya.

Apa yang dipelajari dalam pelatihan?
Topik utama pada pelatihan adalah:

  • Teknik pembelajaran untuk mengembangkan kecakapan hidup

  • Menciptakan lingkungan kelas yang mendorong siswa untuk belajar

  • Persiapan mengajar dan praktik mengajar

  • Peran kepala sekolah dan pengawas dalam meningkatkan mutu pembelajaran

  • Penyusunan rencana tindak lanjut.

Para peserta sedang praktik pendampingan pada pelatihan nasional

Tiga topik lainnya yang hanya dipelajari dalam pelatihan fasilitator nasional dan fasilitator daerah adalah:

  • Bagaimana melakukan pendampingan yang efektif

  • Memberdayakan MGMP

  • Bagaimana menjadi fasilitator yang efektif

Praktik Mengajar

Salah satu kegiatan penting dalam pelatihan adalah mempersiapkan dan mengajarkan materi ajar sesuai dengan pendekatan pembelajaran aktif dan kontekstual untuk mengembangkan kecakapan hidup siswa.

Para peserta pelatihan mempersiapkan RPP berpasangan atau bertiga dan menerapkannya di sekolah mitra DBE3 di Boyolali dan Karanganyar. Salah satu contoh dari kegiatan praktik mengajar dapat dilihat di halaman cover dari newsletter ini.

Penggunaan Alat Bantu Belajar yang Murah

Banyak guru mengira bahwa mereka harus menggunakan alat dan bahan yang mahal untuk menerapkan pembelajaran kontekstual (CTL-Contextual Teaching and Learning) atau Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM). Sebenarnya tidaklah demikian.

Banyak contoh menunjukkan bahwa guru bisa menggunakan barang bekas atau barang berharga murah dari lingkungan sekitarnya. Seperti yang anda lihat pada gambar percobaan bandul ini (atas). Guru menggunakan kayu, benang, batu, dan selotip untuk membuat bandul dalam mengajarkan hubungan antara panjang bandul dengan waktu yang diperlukan untuk berayun.

Perubahan Yang Diharapkan Terjadi Setelah Pelatihan

Ketika kita mengikuti pelatihan, kita harus tahu apa yang harus berubah pasca pelatihan. Berikut ini adalah perubahanperubahan yang ingin kita lakukan di sekolah sebagai hasil dari program pelatihan whole school

  • Perubahan pada proses belajar mengajar:
    • Siswa akan diberi kegiatan yang lebih beragam untuk membangun kecakapan hidup mereka. Hal ini termasuk kegiatan-kegiatan praktis dan penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar.

    • Siswa aktif mengerjakan tugas yang menantang mereka berdiskusi dan berpikir. Hasil kerja mereka adalah hasil pikiran mereka sendiri.

  • Perubahan pada lingkungan kelas:
    • Ruang kelas akan ditata dengan lebih baik. Tempat duduk akan ditata agar siswa bisa bekerja dalam kelompok.

    • Hasil kerja siswa akan dipajang di tembok untuk menunjang proses belajar.

  • Perpustakaan sekolah digunakan untuk menunjang belajar mengajar

  • Perubahan pada sistem pengembangan profesional:
    • Guru-guru akan berpartisipasi dalam kegiatan MGMP untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

    • Sekolah mengadakan aktivitas pengembangan profesional , di mana guru-guru bisa mengembangkan ide pembelajaran dan saling belajar satu sama lain.

  • Ada perubahan positif pada Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah dalam mendukung guru-gurunya

  • Ada perubahan positif yang terkait dengan kinerja siswa dalam kegiatan di kelas dan dalam ujian sekolah.

 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Nomor 02/April 2009