HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE EDISI 2
 Berita & Artikel
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 6 


  Bpk. Irhamni, M.Ag, Fasilitator DBE 3
  Aceh Utara

PAK Irhamni bergabung dengan proyek DBE3-EMOI di Aceh Utara sebagai fasilitator daerah pada bulan Januari 2008. Melalui keterlibatannya di proyek ini, pak Irhamni mendapatkan banyak pengalaman yang menginspirasinya untuk bekerja keras meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Utara. Menurutnya pelatihan pendidikan kecakapan hidup DBE3 sangat efektif dalam memotivasi dan membuat guru antusias dalam mengajar.

Bpk. Irhamni, M.Ag

Bpk. Irhamni, M.Ag, sedang memfasilitasi pelatihan di Aceh Utara

“Saat saya mengimplementasikan kecakapan hidup di kelas, siswa saya merespon dengan positif. Mereka menikmati pelajaran saya dan merasa kehilangan kalau saya absen.” Mereka selalu meminta saya mengajar dengan metoda pembelajaran aktif yang membuat mereka bisa berpresentasi, berdiskusi dan melakukan role play.

Dari pengamatan saya, mereka sekarang lebih percaya diri dalam mengungkapkan pemikirannya, menghargai temannya, mampu bekerjasama dalam kelompok dan meningkatkan kecakapan personal. Saya menceritakan hal ini ke kolega saya dan saya harap mereka juga bisa menerapkan hal yang sama.

Saat ini saya berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah saya. Nanti, saya akan melakukannya di wilayah Aceh Utara,” kata guru Agama kelas 2 dan 3 di SMAN 3 Putra Bangsa, Lhoksukon, Aceh Utara.

Disamping mengajar, pak Irhamni yang lahir pada 29 Mei 1977 di Panton Labu, NAD, juga aktif menulis artikel, terutama mengenai pendidikan. Setelah bergabung dengan DBE3 ia merasa lebih percaya diri menjadi fasilitator dan sering diundang oleh Dinas Pendidikan untuk melatih guru di banyak tempat.

“Walaupun DBE3 Aceh Utara hanya melatih guru-guru di 25 sekolah, saya juga menggunakan modul DBE3 di sekolah non target. Dengan kata lain, saya telah melakukan replikasi program. Tapi kita butuh dukungan pemerintah untuk berbuat lebih banyak. Saya dan beberapa DT sepakat untuk membentuk LSM lokal untuk mendukung program DBE3 dan membantu guru meningkatkan keterampilan mereka.

Kami akan mendekati pemerintah, dan meminta mereka mendukung kami dalam menjalankan pelatihan. Kami akan memperkenalkan metodologi dari modul DBE3 ke pemerintah.

Dengan demikian kami bisa melanjutkan program setelah proyek DBE3 selesai,” kata pak Irhamni.Di samping mendedikasikan diri di bidang pendidikan pak Irhamni juga menjalankan usaha kecil di rumahnya.

Ia mendesain gelas dengan gambar. Dikatakannya bahwa ia mendapatkan pesanan dari kota-kota sekitar. “Saya sudah memperkenalkan dan membangun kecakapan hidup di keluarga saya,” canda pak Irhamni. “Manusia itu seperti mesin diesel yang akan berhenti ketika sudah rusak.” Itulah mottonya yang ia implementasikan seharihari.

Ia tidak pernah berhenti bekerja untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Utara. Ia membayangkan Aceh yang lebih baik, di mana orang-orangnya menjadi pemimpin Indonesia. Ia yakin hal ini akan tercapai jika semua orang di Aceh bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.


  Fasilitator DBE3 Meraih Juara III Lomba Mengajar Fisika Tingkat Nasional
  Sumatra Utara

PANGGILANNYA Zainab. Nama lengkapnya Zainab Nirwani, S. Pd. Perempuan berkerudung ini lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara pada tanggal 26 Juni 1971.

Dan dia adalah Juara III pada Lomba Mengajar Fisika Dengan Software tingkat nasional tahun 2008. Di tingkat provinsi ibu Zainab adalah Juara I dan sekaligus Juara Favorit pada kompetisi yang sama.

Prestasinya di kejuaraan ini adalah karena keterlibatannya dalam pelatihan-pelatihan oleh DBE3. Dia telah menerapkan pengetahuan yang didapat dari pelatihan itu dalam kesehariannya di kelas.

Sejak bergabung dengan DBE3 sebagai fasilitator daerah di Tebing Tinggi pada tahun 2006, dirinya menjadi lebih percaya diri dalam mengajar dan bergaul dengan koleganya.

“Pembelajaran aktif yang mengintegrasikan kecakapan hidup dengan modul BTL, LSE dan ICT telah merubah strategi pembelajaran yang saya terapkan sebelumnya.

Dengan tiga modul ini saya menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Saya mengintegrasikan kecakapan hidup dengan penggunaan ICT di dalam kelas.

Ibu Zainab Nirwani

Ibu Zainab Nirwani

Kecakapan sosial yang saya dapatkan dari pelatihan menjadikan saya lebih nyaman bergaul dengan sesama. Ini juga membantu saya dalam mempresentasikan bahan lomba.

Inilah hal penting yang membuat saya unggul berhasil di tingkat nasional maupun di tingkat profinsi.” Selain sebagai guru IPA di SMP Negeri 1 Tebing Tinggi, Sumatera Utara, ibu Zainab juga aktif di PGRI.

Dia juga menjadi Ketua MGMP Biologi Kota Tebing Tinggi. Melalui MGMP ini juga bu Zainab terus aktif menularkan model-model pembelajaran yang dikembangkan oleh DBE3 kepada teman-teman sejawatnya.


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Nomor 02/April 2009