|
PAK Irhamni bergabung dengan proyek DBE3-EMOI di Aceh Utara sebagai fasilitator daerah pada bulan Januari 2008. Melalui keterlibatannya di proyek ini, pak Irhamni mendapatkan banyak pengalaman yang menginspirasinya untuk bekerja keras meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Utara. Menurutnya pelatihan pendidikan kecakapan hidup DBE3 sangat efektif
dalam memotivasi dan membuat guru antusias dalam mengajar.
|
Bpk. Irhamni, M.Ag, sedang memfasilitasi pelatihan di Aceh Utara
|
“Saat saya mengimplementasikan kecakapan hidup di kelas, siswa saya merespon dengan positif. Mereka menikmati pelajaran saya dan merasa kehilangan kalau saya absen.”
Mereka selalu meminta saya mengajar dengan metoda pembelajaran aktif yang membuat mereka bisa berpresentasi, berdiskusi dan melakukan role play.
Dari pengamatan saya, mereka sekarang lebih percaya diri dalam mengungkapkan pemikirannya, menghargai temannya, mampu bekerjasama dalam kelompok dan meningkatkan kecakapan personal. Saya menceritakan hal ini ke kolega saya dan saya harap mereka juga bisa menerapkan
hal yang sama.
Saat ini saya berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah
saya. Nanti, saya akan melakukannya di wilayah Aceh Utara,” kata guru Agama
kelas 2 dan 3 di SMAN 3 Putra Bangsa, Lhoksukon, Aceh Utara.
|
Disamping mengajar, pak Irhamni yang lahir pada 29 Mei 1977 di Panton
Labu, NAD, juga aktif menulis artikel, terutama mengenai pendidikan. Setelah bergabung
dengan DBE3 ia merasa lebih percaya diri menjadi fasilitator dan sering
diundang oleh Dinas Pendidikan untuk melatih guru di banyak tempat.
“Walaupun DBE3 Aceh Utara hanya melatih guru-guru di 25 sekolah, saya juga
menggunakan modul DBE3 di sekolah non target. Dengan kata lain, saya telah melakukan
replikasi program. Tapi kita butuh dukungan pemerintah untuk berbuat lebih
banyak. Saya dan beberapa DT sepakat untuk membentuk LSM lokal untuk mendukung
program DBE3 dan membantu guru meningkatkan keterampilan mereka.
Kami akan mendekati pemerintah, dan meminta mereka mendukung kami dalam menjalankan pelatihan. Kami akan memperkenalkan metodologi dari modul DBE3 ke pemerintah.
Dengan demikian kami bisa melanjutkan program setelah proyek DBE3 selesai,” kata pak Irhamni.Di samping mendedikasikan diri di bidang pendidikan pak Irhamni juga
menjalankan usaha kecil di rumahnya.
Ia mendesain gelas dengan gambar. Dikatakannya bahwa ia mendapatkan pesanan dari kota-kota sekitar. “Saya sudah memperkenalkan dan membangun kecakapan hidup di keluarga saya,” canda pak Irhamni. “Manusia itu seperti mesin diesel yang akan berhenti ketika sudah rusak.” Itulah mottonya yang ia implementasikan seharihari.
Ia tidak pernah berhenti bekerja untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Utara. Ia membayangkan Aceh yang lebih baik, di mana orang-orangnya menjadi pemimpin Indonesia. Ia yakin hal ini akan tercapai jika semua orang di Aceh bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
|