|
Berita Dari Provinsi
|
Halaman 10
|
Demi Kecakapan Hidup
Oleh Supri Harahap
TARUTUNG (5/6/2009), ibukota kabupaten Tapanuli Utara (Taput) masih dingin dan berembun, ketika 15 District Facilitator (DF) mulai berlatih. Sebagai DF, mereka bertanggung jawab atas pelaksanaan pelatihan dengan pendekatan menyeluruh(whole school approach). Selama empat hari lamanya, mereka mengampu pelatihan yang bertajuk “Pengajaran Profesional dan PembelajaranBermakna” (Better Teaching and Learning 2).
Pelatihan BTL 2 di Taput merupakan rangkaian pelatihan sejenis yang yang digelar di lima kabupaten/kota di Sumatera Utara. Menurut Dra. Mariani M.Pd, kepada dinas pendidikan Taput, pelatihan BTL 2 sangat bermanfaat. Lewat pelatihan, guru bisa membantu siswa membangun kecakapan hidup mereka (life skills) denga pendekatan kontekstual (CTL/ Contextual Teaching and Learning).
Siswa tidak lagi dijejali teori melainkan dipandu untuk berdiskusi dalam kelompok. Ada masalah yang harus dipecahkan dengan pemikiran mereka sendiri. Ada kreasi membuat sesuatu.
|
Praktek Mengajar (Real Teaching)
Peserta BTL 2 di Tapanuli Selatan sedang mempraktikkan teknik pembelajaran berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning).
|
Materi yang dilatihkan adalah:
(1) pembelajaran CTL dalam pengembangan kecakapan hidup,
(2) bagaimana merancang pembelajaran untuk meningkatkan kecakapan hidup,
(3) bagaimana menciptakan kelas yang mendorong siswa untuk belajar,
(4) persiapan dan praktik mengajar,
(5) bagaimana peran kepala sekolah dan pengawas sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran, dan
(6) bagaimana membuat rencana tindak lanjut (RTL).
Setelah pelatihan ini, DF akan memberikan pendampingan secara berkala ke sekolah dan monitoring perkembangan guru dalam hal mengimplementasi hasil pelatihan.
Guru SMA N 4 dan Fasilitator Nasional DBE 3. Artikel ini disarikan dari Harian Analisa (Minggu, 5/07/2009)
Pasca Pelatihan, Banyak Peserta Mendapat Pencerahan
PELATIHAN Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna 2 di kabupaten Bojonegoro telah sukses dilaksanakan. Dibagi dalam dua kelompok, pelatihan ini diikuti oleh guru-guru yang berasal dari sekolah mitra DBE3. Gelombang pertama pelatihan dilaksanakan pada tanggal 23-25 Mei dan mengambil tempat MTs Islamiyah Balen. Sebanyak 74 orang guru hadir sebagai peserta. Di sini mereka mendapatkan materi yang sangat berguna untuk meningkatkan profesionalisme mereka sebagai guru.
Setelah pelatihan gelombang pertama selesai dilaksanakan, pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna 2 gelombang kedua dilakukan. Pelatihan gelombang ini diikuti oleh 71 orang guru mata pelajaran yang berasal dari lima sekolah mitra. Sama seperti gelombang pertama, pelatihan ini juga mendapat respon yang positif dari peserta. Menurut peserta, setelah mengikuti pelatihan mereka seolah-olah mendapatkan pencerahan.
|
Dua orang siswa SMPN 6 Bojoneogoro sedang melakukan praktek IPA sebagai bagian dari sesi real teaching
|
|
Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs
|
Nomor 03/Agustus 2009
|
|