HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 3
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 11 


Pengembangan Life Skills Pada Pelajaran Bahasa Indonesia

PENERAPAN metoda pembelajaran yang tepat akan membuat siswa antusias dan bersemangat dalam mengikuti proses belajar di kelas. Hal ini dibuktikan sendiri oleh Sutarno, M.Pd, guru Bahasa Indonesia di SMPN 2 Semanding, Tuban, Jawa Timur. Bapak Sutarno menerapkan pola pembelajaran yang merangsang siswa untuk memecahkan masalah yang ada.

Siswa-siswi kelas 8B SMPN 2 Semanding, Tuban, sangat antusias mengikuti pembelajaran dengan memanfaatkan potongan berita dari koran

Pembelajaran diawali dengan tanya jawab tentang berita kriminal yang sering terjadi di wilayah kabupaten Tuban. Setelah perhatian semua siswa terpusat dan tujuan pembelajaran disampaikan, siswa kemudian membentuk kelompok beranggotakan empat orang yang disebut kelompok koperatif. Dari kelompok ini, kemudian dibentuk lagi kelompok baru yang dinamakan kelompok ahli.

Kemudian, pak Sutarno membagikan kliping berita kriminal yang terjadi di Tuban selama satu minggu terakhir pada kelompok ahli. Perwakilan dari kelompok ahli mengambil amplop tertutup yang berisi berita kriminal yang akan dibahas. Setelah masing-masing kelompok menerima amplop, mereka membahas dan mendiskusikan gagasan utama dari berita kriminal dan mendiskusikan gagasan utamanya. Setelah selesai membahas, mereka kembali ke kelompok kooperatifnya.

Di kelompok kooperatif ini, para siswa kemudian berdiskusi untuk mencari penyebab terjadinya tindakan kriminal dan bagaimana cara pencegahannya. Setelah selesai berdiskusi, tiap kelompok menuliskan hasilnya di kertas besar dan dipajang di dalam kelas. Selanjutnya tiap kelompok ini akan mempresentasikan hasil diskusi mereka. Pada sesi presentasi ini terjadi proses tanya jawab dan perdebatan yang menarik.

Para siswa sendiri merasa mendapatkan manfaat yang besar pada sesi ini. Disamping mendapatkan informasi yang penting, mereka juga terkesan karena gagagasan mereka dihargai oelh guru dan teman-teman mereka. Di akhir pembelajaran semua siswa menyampaikan kesan-kesannya selama proses pembelajaran berlangsung.

Kebanyakan siswa merasa senang akan metode yang diterapkan. Hal ini bisa terlihat dari komentar mereka yang menyatakan bahwa pelajaran menjadi sangat mudah, mengasyikkan dan seru.

Pelatihan untuk Peningkatan Profesionalisme Guru

“HARI ini saya senang sekali, karena saya bisa menangkap pelajaran dengan mudah,” ungkap salah seorang siswa SMPN 1 Sukodono, Sidoarjo. Hari itu di SMPN 1 Sukodono diselenggarakan real teaching, sebagai bagian dari Pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna 2 yang diadakan oleh DBE3 Jawa Timur.

Pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna ini sendiri dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 26-28 Mei di Aula Depag kabupaten Sidoarjo. Pelatihan gelombang pertama ini diikuti oleh 81 orang guru yang berasal dari sekolah mitra DBE3 di kabupaten Sidoarjo. Metode penyampaian materi yang menarik membuat antusiasme peserta tak surut hingga hari terakhir pelatihan.

Gelombang kedua dilaksanakan pada tanggal 2-4 Juni dan diikuti oleh 79 orang guru mata pelajaran. Di hari terakhir pelatihan, peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan real teaching yang dilakukan di SMPN 1 Sukodono, SMPN 1 Tarik dan SMPN 2 Wonoayu. Bapak Suyadi, salah seorang peserta mengatakan bahwa materi yang disampaikan dan metode yang digunakan selama pelatihan amatlah menarik sehingga dia seperti memperoleh hal baru.

Lalu dia juga menambahkan bahwa pelatihan ini adalah jawaban dari kebutuhan para guru untuk peningkatan profesionalisme mereka.

Siswa-siswi SMPN 1 Tarik, Jawa Timur, sedang menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru praktek pada sesi real teaching



Penerapan metoda pembelajaran yang tepat akan membuat siswa antusias dan bersemangat dalam mengikuti proses belajar di kelas.


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Nomor 03/Agustus 2009