HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 3
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 14 


Follow up Activity Workshop Bukan Lokakarya Biasa

PARA Fasilitator Daerah (FD) sudah beberapa kali mengikuti lokakarya kegiatan tindak-lanjut. Mereka mengikutinya seusai pelatihan guru, sejak paket modul dasar (1-3), modul 4-5, modul 6-7, dan serangkaian toolkit. Kala itu, workshop biasanya berlangsung satu hari dan melibatkan hanya para FD. Sesi-sesinya pun terbatas dan hampir tidak melibatkan simulasi.

“Lokakarya sekarang ini tidak biasa,” ujar Awaluddin, FD Subang. Lebih jauh, Awal mengatakan, ketidakbiasaan itu terasa dari durasinya yang menjadi dua hari, materinya yang lebih bervariasi, dan keterlibatan berbagai pihak di luar Fasilitator Daerah. Selain itu, pengelolaan workshop kegiatan tindak-lanjut ini juga melibatkan simulasi dan permainan peran sehingga membuat lokakarya ini menjadi identik dengan pelatihan guru dari segi metode dan prosesnya.

“Berbeda dari sebelumnya, lokakarya kegiatan tindak-lanjut ini tidak terbatas pada penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang lebih bersifat musyawarah,” kata Taufik, FD Subang.

Bpk. Taufik

Taufik dan peserta workshop dari Subang tengah merancang penelitian tindakan kelas dalam rangka kegiatan follow up.

Ketidakbiasaan workshop kegiatan tindak lanjut ini menjadi semacam angin segar bagi para FD untuk bisa lebih berperan dalam memelihara dampak program DBE3 di sekolah. “Saya menyambut baik perubahan ini sambil berharap semoga kegiatan tindak-lanjut lebih optimal lagi,” ucap Sugeng, FD Lebak. Tampaknya, para FD memaknai ketidakbiasaan lokakarya follow up activity tersebut sebagai sebuah isyarat perbaikan untuk memaksimalkan manfaat kegiatan tindak-lanjut.

Kriswati: Kinerja Guru dan Sekolah Meningkat Pesat

SETELAH intervensi DBE3, sarana sekolah bertambah karena jumlah siswa meningkat pesat. Animo siswa baru meningkat karena kinerja guru dan sekolah yang memuaskan masyarakat. Demikianlah testimoni Dra. Kriswati, M.M.Pd., di hadapan Bupati Subang, mengenai dampak program DBE3. “Asalnya sekolah baru yang kecil dengan hanya 300 siswa,” katanya memberikan ilustrasi.

Kini SMPN 2 Jalancagak yang dipimpinnya telah menjadi tempat belajar 600 siswa. Kriswati yakin, dengan bantuan DBE3, kinerja sekolah akan lebih baik lagi karena para gurunya juga akan semakin profesional. “Para siswa tampak senang belajar dengan para guru yang telah dibina oleh DBE3,” tambahnya.

Atas dasar prestasi ini, SMPN 2 kini sedang mengajukan untuk diproses menjadi sekolah standar nasional (SSN). Kepercayaan diri untuk maju sebagai SSN ini tentu saja didukung oleh staf pengajar yang berdedikasi tinggi sekaligus berkapasitas bagus.

“Ini semua adalah dampak nyata program DBE3,” ungkap Kriswati. Ia lalu mengutarakan keininginannya agar program DBE3 ini berlanjut terus. “Semoga berkelanjutan,” harapnya. Harapannya ini kemudian ia buktikan dengan partisipasinya dalam Leadership Forum di Bandung belu, lama ini. Pada forum ini ditekankan perlunya dukungan kepsek terhadap para guru “mengamalkan” DBE3.

Ibu Kriswati

Kriswati saat memberi testimoni di hadapan Bupati Subang belum lama berselang.


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Nomor 03/Agustus 2009