HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 3
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 16 


Perpustakaan Kelas: Dari dan Untuk Siswa

Suasana pembentukan struktur organisasi perpustakaan kelas di SMPN 1 Tahunan

SALAH satu masalah dan hambatan bagi siswa selama ini dalam proses belajar adalah keterbatasan buku teks. Buku teks yang menjadi pegangan wajib bagi siswa tidak selalu mudah untuk didapat. Biasanya para siswa yang memerlukan buku teks akan meminjam dari perpustakaan sekolah.

Namun, tidaklah mudah mendapatkan buku di perpustakaan sekolah, mengingat jumlah buku yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah siswa yang memerlukan buku. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa sekolah mitra DBE3 di Jepara dan Kudus melakukan upaya terobosan dengan membuat perpustakaan kelas. Perpustakaan kelas ini tentunya ikut membantu siswa dalam penyediaan buku-buku teks yang mereka perlukan.

Perpustakaan kelas ini dikelola oleh siswa-siswi kelas yang bersangkutan. Setidaknya ada dua manfaat yang didapat siswa dari perpustakaan kelas ini. Yang pertama, mereka bisa mendapatkan buku teks dengan lebih mudah. Yang kedua, mereka belajar untuk mengelola perpustakaan. Tentu saja, siswa yang mengelola perpustakaan terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan perpustakaan.

Buku-buku ditempatkan secara rapi

Buku-buku ditempatkan secara rapi pada rak perpustakaan sekolah. Beberapa rak adalah hasil dari sumbangan orang tua siswa.

Hal inilah yang dilakukan oleh MTs Ismailiyah kecamatan Nalumsari, Jepara. Madrasah ini memberikan pelatihan manajemen perpustakaan kepada para siswa dan pengurus OSIS. Hal serupa juga dilakukan oleh SMP NU Assalam Nalumsari, Jepara yang mendapat dukungan dari wali murid.

Di SMPN 1 Tahunan dan MTs Masalikil Huda, orang tua siswa berpartisipasi dengan menyumbangkan rak buku dan almari untuk penyimpanan buku.Pemanfaatan perpustakaan kelas ini amat terasa di SMPN 1 Tahunan. Volume peminjaman buku tergolong tinggi.

Siswa-siswi MTsN Kudus

Siswa-siswi MTsN Kudus sedang menunggu giliran untuk meminjam buku dari perpustakaan

Hampir setiap hari siswa meminjam buku dari perpustakaan. Ibu Ngatiah, wali kelas VII A di sekolah ini mengatakan bahwa akibat dari tingginya frekuensi peminjaman buku, pengurus perpustakaan harus mengatur ulang jadwal peminjaman buku agar sirkulasi peminjaman buku menjadi lebih lancar.

Ibu Ngatiah menambahkan dampak positif lainnya yaitu siswa lebih memilih untuk menghabiskan waktu senggangnya dengan membaca. Setelah itu, biasanya mereka menuliskan pemikiran melalui puisi atau cerita pendek yang nantinya akan ditampilkan pada majalah dinding. Di Kudus, perpustakaan kelas sangat dirasakan manfaatnya oleh para siswa.

Falihatul Hibriza, siswa kelas 8B MTsN Kaliwungu, Kudus, mengatakan bahwa dengan adanya perpustakaan kelas ia bisa dengan mudah mengakses buku pelajaran, buku fiksi dan buku-buku lainnya. Cara meminjamnyapun lebih mudah dan tidak rumit. Disamping itu katanya ia bisa dengan leluasa mengakses buku-buku pada jam istirahat atau ketika tidak ada guru pada jam mata pelajaran tertentu.

Jadwal peminjaman di SMPN 1 Tahunan: Waktu peminjaman satu minggu. Jika terlambat akan didenda Rp. 500/hari. Uang hasil denda akan digunakan untuk keperluan administrasi dan tambahan membeli buku.

Jadwal peminjaman di MTsN Kudus: Waktu peminjaman tiga hari. Keterlambatan pengembalian akan didenda Rp.500/ hari. Uang hasil denda digunakan untuk membeli buku lagi.


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Nomor 03/Agustus 2009