SMPN 2 Lubuk Pakam, Deli Serdang: Sekolah yang harus dikunjungi!
SMPN2 Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara sudah mengikuti program DBE selama tiga tahun. Hasil program DBE nampak sekali baik dalam manajemen sekolah maupun pembelajaran, seperti terlihat dalam gambar pada halaman ini.
Guru-guru berfoto bersama kepala sekolah, Bpk Adi Mutia (di tengah, memakai topi putih) dan ketua komite sekolah, Bpk. Sutimin R (di tengah memakai kemeja putih). Kerja sama antara guru, kepala sekolah dan komite sekolah sangat baik dan kolegial. Bpk. Adi mengatakan bahwa sejak dilatih DBE, guru-guru di SMPN 2 Lubuk Pakam lebih berperan sebagai fasilitator dan siswa banyak bekerja dalam kelompok, memeriksa kerja kelompok lainnya dan memberi umpan balik.
Lingkungkan kelas sangat kondusif untuk belajar. Di setiap kelas siswa duduk berkelompok, dan hasil karya siswa dipajang di dinding.
Dibantu DBE1, kepala sekolah dan komite sekolah menyusun Rencana Kerja Sekolah yang diperbaharui setiap tahun. Komite sekolah ikut melaksanakan rencana tersebut dan memantau hasilnya.
Siswi ini sedang memberi umpan balik ke kelompok lain yang baru saja mempresentasikan hasil karyanya.
Guru Matematika sebagai fasilitator berkeliling membantu siswa yang sedang memecahkan persamaan kuadrat dengan menggunakan potongan kertas kecil.
Siswa biasa membahas dan memecahkan masalah dalam kelompok—pada gambar ini mereka sedang memecahkan soal segi tiga kongruen.
Dalam pelajaran IPS seorang siswa kelas 8, Dermawan Silaban, melaporkan hasil diskusi tentang penyebab dan pencegahan AIDS.
|
|
Jika Anda ingin tahu bagaimana praktik yang baik di tingkat SMP, silakan kunjungi SMPN2 Lubuk Pakam. Anda tidak akan kecewa!
|
|
Siswa Tunanetra belajar di kelas umum!
Salah satu hal yang sangat menarik di SMPN2 Lubuk Pakam adalah adanya enam siswa-siswi tunanetra yang belajar di kelas umum. Mereka belajar dengan mandiri, dan hanya sesekali dibantu oleh teman-teman mereka yang memiliki penglihatan normal. Di bawah ini tampak Bernardus Simbolon, siswa tunanetra kelas 8, sedang menulis dengan Braille.
Dia bisa menulis lebih cepat daripada siswa lainnya! Hasil karyanya dibacakan
kepada guru untuk penilaian. Siswa-siswi tunanetra di SMPN 2 Lubuk Pakam ini bisa mengikuti ujian untuk lanjut ke SMA. Bahkan ada alumni nya yang sudah lulus universitas.
|
|
|
Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs
|
Nomor 03/Agustus 2009
|
|