HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 3
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Utama

Halaman 4 


Menyambut Perubahan di Kelas

“Mungkin ada guru-guru saya memikirkan kendala sumber belajar lengkap dan mahal. Saya tegaskan, pembelajaran kontekstual tidak harus dengan media belajar yang mahal. Pembelajaran bermakna DBE3 memotivasi kita berkreasi di kelas. Saya akan berupaya keras membantu guru-guru saya menerapkannya. Yakin, kita bisa,” demikian yang diungkapkan oleh Ruttun Pakonglean, Kepala Sekolah SMPN 4 Duapitue kabupaten Sidrap.

Pernyataan tersebut seolah menyulut semangat guru-gurunya untuk segera melakukan perubahan pembelajaran di kelas. Pernyataan ini khususnya ditujukan pada mereka yang baru saja mengikuti pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna DBE3.

Prioritaskan pengembangan profesionalisme guru: H. Ruttun Pakonglean (kanan), Kepala Sekolah SMPN 4, Duapitue, Sidrap, sedang mengikuti pelatihan BTL2.

Formulasi meja berkelompok membuat suasana kelas kondusif dan nyaman untuk belajar.

Pembelajaran kelompok di luar kelas bertujuan untuk menguatkan kecakapan bekerjasama.

Menurut Ruttun Pakonglean, untuk memaksimalkan perkembangan potensi kecakapan hidup siswa, kepala sekolah dan guru harus melakukan inovasi pembelajaran di sekolah. Pelatihan BTL2 adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Pelatihan BTL2 menunjukkan kepada guru bagaimana menggunakan sumber belajar, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memberi kesempatan siswa untuk lebih banyak mengeksplorasi potensinya, dan menerapkan pembelajaran kooperatif yang mendukung pengembangan kecakapan personal, sosial dan akademis. “Kini saatnya memulai perubahan,” tegasnya bersemangat.

Perubahan apa yang diharapkan?

Pengembangan kecakapan akademis dilakukan melalui kegiatan presentasi kelompok. Pada kegiatan ini tiap siswa berinteraksi satu sama lain melalui proses diskusi dan tanya jawab.

SEPERTI yang selalu disampaikan oleh Stuart Weston, CoP DBE3, perubahan yang diharapkan terjadi adalah:

Pertama, Perilaku belajar baru di kelas: siswa aktif dengan kegiatan bervariasi yang mengembangkan kecakapan hidupnya — sosial, akademis, ataupun personal.

Siswa aktif belajar bekerjasama dan berdiskusi dalam kelompok, berpikir, bereksperimen dan menemukan jawaban atau solusi.

Kedua, Lingkungan baru sekolah: desain ruang kelas yang nyaman. Kursi dan meja ditata untuk kegiatan belajar yang dinamis. Pajangan buah karya siswa ditata artistik di lingkungan belajar di dalam atau di luar kelas.

Ketiga, Perilaku mengajar guru: guru menggunakan pendekatan belajar yang bervariasi, sifatnya kontekstual, termasuk dalam lingkungan dan alat bantu mengajar.

Keempat, Perilaku kepala sekolah dan pengawas sekolah: mendukung pengembangan profesionalisme guru. Evaluasi masalah kurikuler dan monitoring kelas secara regular.

Kelima, Aktifnya jaringan guru/MGMP: guru aktif di jaringan guru guna mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Dan hasil-hasilnya diterapkan di kelas.

Hasil karya siswa yang dipajang di kelas menjadi sumber belajar baru


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Nomor 03/Agustus 2009