|
Dalam pembelajaran aktif, guru menantang siswa agar mereka bisa mengungkapkan pendapatnya sendiri, baik secara individu maupun kelompok. Guru juga memberikan kesempatan pada siswa untuk memajang karya mereka di kelas. Karya-karya tersebut kemudian menjadi sumber belajar bagi siswa.
“Oleh-oleh yang berharga dari pelatihan BTL2 DBE3 kali ini dan merupakan bagian penting dari pembelajaran aktif itu yang mutlak diterapkan adalah pertanyaan tingkat tinggi,” ujar Tantu, S.Pd, M.Si, Kepala SMPN 1 Lilirilau kabupaten Soppeng. Pernyataan ini diberikan setelah dia mengikuti pelatihan BTL2 di gedung Aisyiyah Watan Soppeng (9-11 Juni).
Pak Tantu menyadari betul bahwa untuk membuat siswa berpikir analitis, kritis dan kreatif adalah tanggung jawab guru. Ia juga juga menambahkan bahwa jenis pertanyaan yang diajukan guru pada siswa di kelas
|
Tantu, S.Pd, M.Si, Kepala Sekolah SMPN 1 Lilirilau, Soppeng
|
|
sangat berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan berpikir siswa. Karena itu dia menambahkan, “Saat ini penting bagi guru untuk memberikan siswa pertanyaan tingkat tinggi.”
Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pertanyaan tingkat tinggi adalah suatu pertanyaan yang tidak tertutup pada jawaban tunggal “ya” dan “tidak” saja. Guru yang kreatif adalah guru yang mampu mengidentifikasi kata kerja operasional yang dipakai untuk menanyakan ide atau gagasan siswa.
“Insya Allah, nanti saya akan memberikan kesempatan pada guru-guru yang belum mengikuti pelatihan BTL2 untuk mengikuti pelatihan ini melalui skema replikasi. Saya ingin sekali berlatih bersama dengan guru-guru dan merumuskan pertanyaan tingkat tinggi bersama mereka,” ujarnya bersemangat.”
|
Praktek mengajar BTL2: Siswa SMPN 1 Watansoppeng bekerja dalam kelompok dengan difasilitasi oleh guru peserta pelatihan.
|
|