HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 3
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Utama

Halaman 5 


Tantu: “Penting, Guru Memberikan Siswa Pertanyaan Tingkat Tinggi

Dalam pembelajaran aktif, guru menantang siswa agar mereka bisa mengungkapkan pendapatnya sendiri, baik secara individu maupun kelompok. Guru juga memberikan kesempatan pada siswa untuk memajang karya mereka di kelas. Karya-karya tersebut kemudian menjadi sumber belajar bagi siswa.

“Oleh-oleh yang berharga dari pelatihan BTL2 DBE3 kali ini dan merupakan bagian penting dari pembelajaran aktif itu yang mutlak diterapkan adalah pertanyaan tingkat tinggi,” ujar Tantu, S.Pd, M.Si, Kepala SMPN 1 Lilirilau kabupaten Soppeng. Pernyataan ini diberikan setelah dia mengikuti pelatihan BTL2 di gedung Aisyiyah Watan Soppeng (9-11 Juni).

Pak Tantu menyadari betul bahwa untuk membuat siswa berpikir analitis, kritis dan kreatif adalah tanggung jawab guru. Ia juga juga menambahkan bahwa jenis pertanyaan yang diajukan guru pada siswa di kelas

Tantu, S.Pd, M.Si

Tantu, S.Pd, M.Si, Kepala Sekolah SMPN 1 Lilirilau, Soppeng

sangat berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan berpikir siswa. Karena itu dia menambahkan, “Saat ini penting bagi guru untuk memberikan siswa pertanyaan tingkat tinggi.”

Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pertanyaan tingkat tinggi adalah suatu pertanyaan yang tidak tertutup pada jawaban tunggal “ya” dan “tidak” saja. Guru yang kreatif adalah guru yang mampu mengidentifikasi kata kerja operasional yang dipakai untuk menanyakan ide atau gagasan siswa.

“Insya Allah, nanti saya akan memberikan kesempatan pada guru-guru yang belum mengikuti pelatihan BTL2 untuk mengikuti pelatihan ini melalui skema replikasi. Saya ingin sekali berlatih bersama dengan guru-guru dan merumuskan pertanyaan tingkat tinggi bersama mereka,” ujarnya bersemangat.”

Praktek mengajar BTL2

Praktek mengajar BTL2: Siswa SMPN 1 Watansoppeng bekerja dalam kelompok dengan difasilitasi oleh guru peserta pelatihan.

Modul DBE3 Online

Modul Better Teaching and Learning adalah modul yang dibuat oleh DBE3 dan telah digunakan secara luas pada program DBE3. Modul ini mendapat sambutan yang baik dan banyak pelaku pendidikan yang meminta DBE3 untuk memberikan pelatihan modul ini. Untuk melengkapi versi cetak modul Better Teaching and Learning, DBE3 merancang versi eLearning untuk modul tersebut. Diharapkan dengan adanya versi eLearning ini, modul Better Teaching and Learning akan bisa lebih terdistribusi ke lebih banyak daerah di Indonesia.

Peserta pelatihan sedang merancang modul Better Teaching and Learning versi eLearning

Versi eLearning dari modul Better Teaching and Learning ini sendiri dihasilkan dari pelatihan eLearning yang bertema Better Teaching and Learning Module to reach a Greater Audience. Pelatihan ini adalah program yang dilakukan DBE3 bersama dengan South East Asian Minister of Education Organization (SEAMOLEC – Organisasi Kementerian Pendidikan Asia Tenggara).

Peserta pelatihan yang diadakan di Bandung pada tanggal 21-31 Juli ini berasal dari SEAMOLEC dan organisasi mitra SEAMOLEC. Di akhir pelatihan, peserta menyelesaikan desain versi eLearning dari modul Better Teaching and Learning. Hasil ini kemudian akan dilanjutkan oleh tim yang terdiri dari 4 orang peserta pelatihan dan seorang konsultan.

Tim inilah yang akan menghasilkan produk yang final dari modul eLearning. Menurut rencana, produk baru ini akan diujicobakan pada akhir Agustus di Jawa Timur. Dan diharapkan produk ini sudah siap dipakai pada akhir September 2009.


Tampilan modul Better Teaching and Learning versi eLearning


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Nomor 03/Agustus 2009