HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 3
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Utama

Halaman 6 


Catatan dari BTL 2

Oleh Drs. Zulfan Effendi *)

ZAMAN sekarang, tantangan bagi guru semakin meningkat. Siswa tidak cukup hanya dibekali pengetahuan semata. Namun harus diperkaya kemampuan bertahan hidup. Bahkan siswa harus mampu memberi warna kehidupan ditengah-tengah masyarakat. Inilah istilah yang dikenal sebagai kecakapan hidup ( life skills).

Di Tanjungbalai, usaha menyebarluaskan praktek pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning ) terus berlangsung. Salah satunya lewat pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna.

Selama beberapa hari, sekitar 189 guru, kepala sekolah dan pengawas dilatih dengan menggunakan modul BTL 2.  Selain itu, peserta juga diperkaya dengan real teaching (praktek mengajar). Sehingga peserta tidak hanya mendapatkan teori namun juga pengalaman langsung. Banyak hal-hal positif yang terungkap pada waktu pelaksanaan real teaching, antara lain:

Pertama, Peserta pelatihan telah mampu merancang, menerapkan/mengintegrasikan: aspek kecakapan hidup, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan serta bekerja dalam kelompok.

Kedua, Seluruh siswa pada kelas yang digunakan untuk praktik mengajar, aktif mengerjakan tugas-tugas menantang yang diberikan guru. Lewat prinsip berfikir tingkat tinggi yang diberikan oleh Guru, mereka menikmati setiap tugas dan pertanyaan yang diajukan, selain itu mereka juga aktif berfikir dan berdiskusi untuk mencari pemecahan masalahnya.

*) :
Fasilitator Daerah DBE 3 di Tanjungbalai.

Ketiga, Melalui refleksi secara tertulis,  terungkap bahwa siswa sangat senang dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan, mereka mengatakan termotivasi dan sangat tertantang untuk belajar aktif dan kreatif. 

Rekomendasi
Dari point-point di atas, ada tiga hal yang saya rekomendasikan:

Pertama, Siswa perlu diberikan kegiatan-kegiatan yang bersifat kontekstual, menantang dan lebih beragam untuk membangun kecakapan hidup mereka.

Kedua, Perlu adanya perhatian khusus dari Institusi Pendidikan maupun lembaga yang perduli terhadap pendidikan, seperti Dinas Pendidikan, Sekolah, DBE3 dan yang lainnya untuk terus melakukan peningkatan kemampuan, komitmen dan kesadaran Guru akan pentingnya mengintegrasikan life skill dalam proses pembelajaran di kelas.

Ketiga, Kepala Sekolah harus mampu memberikan bimbingan, dukungan dan motivasi sekaligus memfasilitasi Guru  untuk menerapkan pembelajaran kontekstual demi pengembangan kecakapan hidup siswa sebagai generasi penerus harapan bangsa.

Dua peserta BTL 2 gelombang II di Tanjungbalai, tampak serius dalam menyiapkan RPP

Apa kata mereka tentang pembelajaran aktif?

Sela

Sela, murid kelas 8 MTs Darul Ulum Grati, Kabupaten Pasuruan

“Belajar procedure text dengan cara bertemu dengan pembuat telur asin sungguh menyenangkan. Kami bisa mengetahui cara atau urut-urutan untuk membuat telur asin.”


Adi

Adi, murid kelas 8 SMPN 15 Surabaya

“Kami senang karena lebih mudah mendapat ilmu dari ibu guru, kami juga bisa berdiskusi dengan teman dan bebas mengutarakan pendapat. Dulu biasanya hanya diam, mendengarkan guru.”

Dewi

Dewi, murid kelas 8 SMPN 1 Camplong, Kabupaten Sampang

”Cara mengajar Bu Diah dengan menggunakan potongan-potongan cerita, membuat suasana kelas menjadi lebih ringan. Belajar Bahasa Inggris menjadi lebih mudah dipahami dan menyenangkan.”


Aminatul

Aminatul, santri PP Riyadotul Muttaqien, Kabupaten Nganjuk

“Sekarang belajar tidak harus di dalam kelas, di luar kelas seperti ini pun bisa.”


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Nomor 03/Agustus 2009