|
ZAMAN sekarang, tantangan bagi guru semakin meningkat. Siswa tidak cukup hanya dibekali pengetahuan semata. Namun harus diperkaya kemampuan bertahan hidup. Bahkan siswa harus mampu memberi warna kehidupan ditengah-tengah masyarakat. Inilah istilah yang dikenal sebagai kecakapan hidup ( life skills).
Di Tanjungbalai, usaha menyebarluaskan praktek pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning ) terus berlangsung. Salah satunya lewat pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna.
Selama beberapa hari, sekitar 189 guru, kepala sekolah dan pengawas dilatih dengan menggunakan modul BTL 2. Selain itu, peserta juga diperkaya dengan real teaching (praktek mengajar). Sehingga peserta tidak hanya mendapatkan teori namun juga pengalaman langsung.
Banyak hal-hal positif yang terungkap pada waktu pelaksanaan real teaching, antara lain:
Pertama, Peserta pelatihan telah mampu merancang, menerapkan/mengintegrasikan: aspek kecakapan hidup, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan serta bekerja dalam kelompok.
Kedua, Seluruh siswa pada kelas yang digunakan untuk praktik mengajar, aktif mengerjakan tugas-tugas menantang yang diberikan guru. Lewat prinsip berfikir tingkat tinggi yang diberikan oleh Guru, mereka menikmati setiap tugas dan pertanyaan yang diajukan, selain itu mereka juga aktif berfikir dan berdiskusi untuk mencari pemecahan masalahnya.
*) : Fasilitator Daerah DBE 3 di Tanjungbalai.
|
Ketiga, Melalui refleksi secara tertulis, terungkap bahwa siswa sangat senang dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan, mereka mengatakan termotivasi dan sangat tertantang untuk belajar aktif dan kreatif.
Rekomendasi
Dari point-point di atas, ada tiga hal yang saya rekomendasikan:
Pertama, Siswa perlu diberikan kegiatan-kegiatan yang bersifat kontekstual, menantang dan lebih beragam untuk membangun kecakapan hidup mereka.
Kedua, Perlu adanya perhatian khusus dari Institusi Pendidikan maupun lembaga yang perduli terhadap pendidikan, seperti Dinas Pendidikan, Sekolah, DBE3 dan yang lainnya untuk terus melakukan peningkatan kemampuan, komitmen dan kesadaran Guru akan pentingnya mengintegrasikan life skill dalam proses pembelajaran di kelas.
Ketiga, Kepala Sekolah harus mampu memberikan bimbingan, dukungan dan motivasi sekaligus memfasilitasi Guru untuk menerapkan pembelajaran kontekstual demi pengembangan kecakapan hidup siswa sebagai generasi penerus harapan bangsa.
|
Dua peserta BTL 2 gelombang II di Tanjungbalai, tampak serius dalam menyiapkan RPP
|
|