Mendorong Transisi dan Partisipasi Siswa di SMP
|
Studi DBE 3
Pada bulan Juni-Juli 2009 DBE3 melakukan studi tentang transisi siswa ke SMP dan partisipasi siswa di SMP. Studi ini dilakukan di beberapa kabupaten mitra DBE3 serta kabupaten Gorontalo dan Jembrana, yang menjadi contoh kabupaten yang telah melakukan inovasi terkait dengan transisi dan partisipasi siswa di SMP.
Dari studi yang dilakukan tampak bahwa untuk meningkatkan angka partisipasi siswa dan meminimalisir angka putus sekolah upaya pendekatan yang bersifat parsial harus dihindari. Sebaliknya upaya yang bersifat holistik, seperti pendekatan whole-school dan whole-of-schooling perlu dilakukan.
Pendekatan whole-of-schooling adalah konsep yang inklusif yang memperhatikan kebutuhan semua anak, terutama anak yang harus mendapatkan perhatian khusus yang seringkali terabaikan dan tidak mendapatkan pendidikan yang layak.
Konsep whole-of-schooling menekankan pada transisi pendidikan dan partisipasi semenjak anak meninggalkan rumah untuk mendapatkan pendidikan usia dini hingga menyelesaikan pendidikan dan siap memasuki dunia kerja.
Temuan Studi
Ada beberapa temuan yang signifikan yang menunjukkan hal-hal yang perlu dilakukan untuk memastikan proses transisi siswa dari pendidikan dasar ke pendidikan menengah dan partisipasi siswa bisa berjalan lancar.
|
Disamping hal penting seperti kualitas guru dan kualitas sekolah yang baik yang menjadi faktor penentu bagi siswa untuk bertahan di sekolah, masih ada faktor-faktor kunci lainnya.
|
Faktor-faktor tersebut adalah:
Pemerintah daerah harus memiliki data yang akurat untuk dipakai dalam perencanaan pendidikan yang sesuai dengan standar. Hal ini terkait juga dengan pembangunan sekolah di tempat yang tepat sehingga bisa dijangkau oleh siswa.
Harus ada upaya yang dilakukan untuk meminimalisir faktor-faktor penyebab kurangnya partisipasi anak dalam pendidikan. Juga harus harus diperhatikan faktor usia yang tepat bagi anak dalam mendaftarkan diri ke sekolah serta peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Masyarakat dan orang tua harus diberdayakan dan dilibatkan dalam mendukung anak mereka untuk belajar. Mereka juga harus diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam manajemen sekolah.
Anak atau siswa harus diberdayakan dan diberi keterampilan hidup yang memadai agar mereka bisa terus berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan di sekolah dan kelak mampu menghadapi kehidupan dunia kerja.
(Diambil dari studi Transition to and Participation in Junior Secondary School, disiapkan untuk DBE3 oleh Robert Cannon dan Rina Arlianti)
|
|
Praktik Mengajar di RSBI SMPN 1 Watansoppeng:
Pemanfaatan Halaman Sekolah
Pagi itu di SMPN 1 Watansoppeng, siswa kelas VIII-A terlihat sibuk mengamati berbagai tanaman bunga yang ada di halaman sekolah. Mereka secara berkelompok mendapat tugas untuk mengidentifikasi bagian-bagian tanaman bunga dan keindahannya. Para siswa tampak serius melakukan pengamatan dan berdiskusi. Keceriaan tampak dari wajah mereka. Usai mendapatkan bahan yang cukup, setiap kelompok mengambil tempat yang nyaman untuk berkumpul. Mereka berdiskusi kembali mengungkap bahan pengamatan yang diperoleh, dan dilanjutkan dengan mengembangkannya menjadi rangkaian kata dalam puisi.
Kegiatan itu dilakukan para siswa yang tengah belajar menulis kreatif puisi yang berkenaan dengan keindahan alam. Ada dua guru Bahasa Indonesia yang mendampingi proses pembelajaran ini. Keduanya adalah guru SMPN 1 Watansoppeng, sekolah yang telah menjadi mitra DBE3 dan ditunjuk pemerintah sebagai rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Mereka berdua melakukan praktik mengajar dalam rangkaian pelatihan BTL 2 DBE3.
|
Memanfaatkan Lingkungan: Kegiatan praktik mengajar peserta pelatihan BTL 2 di Kabupaten Soppeng:
(1) Guru mendampingi siswa mengidentifikasi lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.
(2) Siswa dalam kelompok kecil melakukan identifikasi.
Seusai identifikasi mereka berdiskusi di sudut halaman sekolah untuk mengungkap bahan pengamatan yang diperoleh, dan dilanjutkan dengan mengembangkannya menjadi rangkaian kata dalam puisi.
|
|
Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs
|
Nomor 03/Agustus 2009
|
|