HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 4
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

No.4
November 2009

Inovasi Pendidikan
Media Komunikasi SMP dan MTs


DBE3 telah memenuhi Permintaan Presiden!

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada saat membuka Temu Nasional 2009 di Jakarta, 29 Oktober 2009, menyatakan,

“Saya minta Menteri Pendidikan Nasional untuk mengubah metodologi belajar-mengajar yang ada selama ini. Sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah jangan hanya gurunya yang aktif , tetapi harus mampu membuat siswanya juga aktif.”
(Kompas, 30 Oktober 2009)


Sejak tahun 2005 hingga sekarang, DBE3 menyelenggarakan pelatihan bagi guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas SMP/MTs di enam provinsi yang berfokus pada pengembangan pembelajaran yang menuntut siswa lebih aktif dalam proses belajar. Apa yang dilakukan oleh DBE3 sejalan dengan pernyataan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Contoh pembelajaran aktif yang telah dikembangkan DBE3 dapat dilihat dalam edisi ini: kabar dari beberapa sekolah, a.l. SMPN 8 Bogor, SMPN 33 Makassar dan MTsN Binjai.

Kunjungi website kami di
www.inovasipendidikan.net

Paket Pelatihan Baru untuk Sekolah Mitra

PAKET pelatihan baru sudah disiapkan untuk digunakan di sekolah mitra DBE3. Paket baru ini membahas beberapa hal penting dalam pembelajaran yaitu: penyusunan lembar kerja yang menantang siswa untuk berpikir, penggunaan media pembelajaran yang berbiaya rendah dan dimanfaatkan oleh siswa, serta penilaian hasil karya siswa dengan menggunakan rubrik.

Praktik mengajar di MTsN Binjai dalam rangka pelatihan fasilitator nasional

Pelatihan untuk tim fasilitator nasional DBE3 dalam penggunaan paket baru ini sudah dilaksanakan pada tgl. 5 s.d. 9 Oktober di Medan. Tim tersebut dipilih dari enam propinsi mitra DBE.

Mereka akan melatih fasilitator dari 25 daerah mitra DBE3 yang melaksanakan program ‘’whole school training’ untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembelajaran.

Pelatihan tersebut sangat partisipatif. Seperti biasa, pelatihan diakhiri dengan praktik mengajar. Dua atau tiga peserta pelatihan merancang dan melaksanakan pembelajaran yang meliputi hal-hal yang disebut di atas dan menyangkut lembar kerja, media, dan penilaian.


Kepala Sekolah Mendorong Perubahan di Sekolah

Bila ingin terjadi perubahan di sekolah harus ada dorongan dari kepala sekolah. Pada saat pelatihan fasilitator nasional di Medan dua kepala sekolah yang telah berhasil mengubah sekolahnya diminta untuk berpresentasi.

Drs. H. Adi Mutia, M.Pd, Kepala SMPN 2 Lubuk Pakam, Deli Serdang biasa menggunakan pendekatan kekeluargaan, dan melakukan supervisi klinis setiap triwulan. Hal yang paling penting adalah beliau tidak sekedar meminta guru untuk melakukan inovasi di kelas, tetapi juga mempraktikannya sendiri. Kepala sekolah memberi contoh yang baik.

Suasana kelas di SMPN Lubuk Pakam (atas) dan MTsN Binjai (bawah)

Drs. Yusran Adnin, MA, Kepala Sekolah MTs Negeri Binjai biasa hadir di sekolah 20 menit sebelum PBM dimulai, dan berada di lingkungan sekolah sembari mengamati situasi. Beliau mendorong gurunya menggunakan pernyataan ,”…Bapak dan Ibu pasti bisa !!” serta memberikan penghargaan kepada materi yang di pajangkan dalam bentuk pujian, misalnya,”…Ibu sungguh luar biasa ..!!!”

Informasi lebih lanjut dan lengkap dapat Anda baca lebih banyak di bagian lain newsletter ini:

Apa saja isi pelatihan BTL3? (hal. 2),
Praktik Mengajar di MTsN Binjai (hal. 3),
Seni Kepemimpinan Kepala Sekolah (hal 4),
Foto-foto tim fasilitator nasional dari setiap propinsi (hal. 20).