Drs. H. Adi Mutia, M.Pd, Kepala SMPN 2 Lubuk Pakam, Deli Serdang
Kami menggunakan pendekatan kekeluargaan di lingkungan Sekolah, yaitu guru dan pegawai dijadikan sebagai teman, dengan kata lain lepaskan status sebagai kepala sekolah. Kami mengadakan rapat dengan seluruh guru/pegawai, bila materi rapat padat maka kami selalu membiasakan untuk makan siang bersama.
Setiap awal tahun ajaran kami bersama-sama mendiskusikan program yang akan dilaksanakan satu tahun ke depan. Dari hasil diskusi ini kami menyusun skala prioritas untuk direalisasikan. Kami akan menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan.
Saya melakukan supervisi klinis setiap triwulan. Teknisnya, saya membagi tanggung jawab melakukan supervisi dengan wakil kepala sekolah dan para pembantu kepala sekolah. Lewat cara ini, saya berbagi pengalaman dan pengetahuan. Kelak kalau mereka menjadi kepala sekolah, mereka sudah punya pengalaman.
Saya tidak sekadar meminta guru untuk melakukan inovasi di kelas. Tapi saya mempraktikkannya juga. Saya masuk ke kelas untuk mengajar. Saya memodelkannya, sehingga ketika saya me-minta guru lain untuk melakukan hal yang sama, mereka lebih siap untuk menerima. Pelaksanaan MGMP di tingkat sekolah, selalu diperkaya dengan menghadirkan nara sumber.
Secara periodik, kami melakukan pertemuan dengan komite sekolah dan alumni. Lewat pertemuan ini, kami bisa menjalin komunikasi yang berujung pada dukungan secara material dan moral.
Drs. Yusran Adnin, MA, Kepala Sekolah MTs Negeri Binjai
Saya sebagai kepala sekolah hadir 20 menit sebelum PBM dimulai, dan berada di lingkungan sekolah sembari mengamati situasi.
|
|
Cara Memotivasi Guru:
Memeriksa RPP dan Silabus dengan menggunakan pernyataan ,”…Bapak dan Ibu pasti bisa !!”
Memberikan penghargaan kepada materi yang dipajangkan dalam bentuk pujian, misalnya,”…ibu sungguh luar biasa ..!!!”
Menghargai prestasi guru dengan pujian dan reward, serta tidak memberi nilai yang mematikan.
Memberikan petunjuk bagaimana menggunakan metode yang relevan.
Menujukkan kesalahan dengan bahasa yang santun,”…yang ibu/bapak lakukan sudah baik, tetapi masih perlu kita sesuaikan dengan petunjuk.”
Memberikan kesempatan bagi guru untuk menyampaikan permasalahannya (sharing), serta membahasnya untuk memecahkan masalah yang terjadi (individu dan kolektif).
Memanggil guru yang melanggar aturan ke kantor untuk berbicara secara langsung (face to face).
Menyiapkan semua fasilitas MGMP yang dibutuhkan guru.
Cara membangun kerja sama dengan guru dan masyarakat:
Makan bersama guru di ruang rapat
Membeli makanan ringan dari dana pribadi dan memotivasi guru untuk bergiliran membawa makanan ringan.
Mengundang masyarakat dalam acara seremonial keagamaan dan menjadikan masyarakat sebagai pengawal moral
|
|