|
Berita Dari Provinsi
|
Halaman 14
|
Menulis Laporan dari Tradisi Manganan
Indonesia kaya akan ragam budaya yang tumbuh dan berkembang dari tradisi keseharian masyarakatnya. Tiap daerah menyimpan keanekaragamannya masing-masing. Tradisi yang berkembang di Pulau Jawa, pastilah akan berbeda dengan tradisi di Pulau Sumatera. Tradisi di Pulau Sulawesi pastilah tak sama dengan tradisi di Pulau Bali. Namun ironisnya, banyak dari tradisi tersebut yang kini mulai ditinggalkan, tergusur arus modernisasi.
Salah satu cara untuk menumbuhkan sikap menghargai terhadap budaya dan tradisi yang tumbuh adalah dengan menanamkan sejak dini rasa cinta tersebut, baik di rumah maupun di sekolah. Menyadari hal tersebut, Sutarno, S.Pd, M.Pd, guru Bahasa Indonesia di SMPN 2 Semanding Kabupaten Tuban, mengajak siswa-siswanya untuk menengok kembali tradisi yang masih tumbuh di sekitar mereka, lewat pembelajaran yang disampaikannya. Di daerah pesisir seperti Kab. Tuban, banyak tradisi yang tumbuh. Tradisi Manganan adalah salah satunya. Tradisi ini di daerah lain sering disebut sebagai sedekah bumi, sebuah wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan karunia-Nya, sehingga hasil panen melimpah.
Lewat pembelajaran kali ini, Sutarno mengajak siswa di kelasnya untuk keluar kelas mencari fakta seputar Tradisi Manganan, kemudian menuliskannya ke dalam sebuah tulisan laporan perjalanan, atau sering disebut feature. Berbagai sumber pembelajaran dipakai dalam proses ini. Selain mengamati langsung dari bekas sesaji yang masih tersisa, siswa juga diajak untuk mewawancarai narasumber, yaitu tokoh masyarakat setempat yang paham dengan tradisi ini. Tak hanya itu, siswa juga diajak untuk mencari fakta seputar Tradisi Manganan dari internet.
|
Diskusi kelompok membuat peta konsep tentang Upacara Manganan. Tahapan ini dilakukan setelah para siswa melakukan pencarian informasi tentang Upacara Manganan dari berbagai sumber.
|
Setelah semua fakta terkumpul, siswa kemudian menuangkannya ke dalam sebuah peta konsep tentang seluk-beluk seputar Tradisi Manganan, sebelum akhirnya mereka membuat tulisannya secara individu. Siswa cukup antusias. Banyak dari mereka seolah sedang menjadi wartawan yang mendapat tugas untuk mencari fakta seputar Tradisi Manganan.
|
Masyarakat dapat pula digunakan sebagai sumber belajar. Tampak dalam gambar, salah satu kelompok sedang mewawancarai tokoh masyarakat setempat yang paham mengenai sejarah Upacara Manganan.
|
|
|
Untuk mencari informasi seputar Upacara Manganan, para siswa juga memanfaatkan internet sebagai sumber informasi.
|
|
|
Whibin
" Pelajaran hari ini sangat menyenangkan. Saya bisa tahu tentang tradisi Manganan, selain itu juga bisa berdiskusi kelompok. "
|
|
Ani
" Pembelajaran hari ini sangat mengesankan, karena tidak cuma di dalam kelas, tapi juga di luar kelas. "
|
|
Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 05/Februari 2010
|
|