|
Berita Dari Provinsi
|
Halaman 15
|
Mengetahui Cara Kerja Mata dengan Media Sederhana
"Anak-anak, apakah yang akan kamu lakukan apabila kamu dibangunkan secara tiba-tiba dari suasana gelap ke suasana terang benderang?", demikian Toni Joko Firmanto, S.Pd membuka pembelajaran IPA hari itu dengan sebuah pertanyaan. Beragam jawaban muncul dari para siswa. Kaget, ngriyip, terkejut, begitulah ragam jawaban dari para siswa.
Pertanyaan pembuka tadi bukanlah tanpa sebab.
Tema pembelajaran hari itu adalah tentang mata. Tujuan pembelajaran adalah: mengidentifikasi bagian-bagian mata yang dilalui oleh cahaya, menentukan sifat bayangan benda yang dibentuk oleh mata, mengidentifikasi zat-zat kimia yang terdapat pada obat tetes mata serta menginformasikan fungsi dan efek samping dari zat-zat tersebut.
|
Siswa menyiapkan sumber
Pembelajaran, sebelum melakukan pengamatan.
|
Yang menarik, dalam pembelajaran IPA Terpadu tersebut Toni Joko Firmanto menggunakan alat peraga sederhana yang dibuatnya dengan dibantu oleh beberapa siswanya. Alat peraga tersebut dibuat sebagai perumpamaan penampang mata. Alat peraga tersebut terbuat dari bola plastik yang dilubangi di bagian depan dan samping. Kemudian di permukaannya ditempeli kertas bekas yang sudah dipotong dan diwarnai sampai terbentuk model mata sesuai yang diinginkan.
Untuk menggambarkan kornea, digunakanlah botol air mineral bekas yang sudah dipotong dan dimasukkan ke dalam bola plastik tadi. Sebagai gambaran cairan kornea, dipakailah kantong plastik yang sudah diisi air. Kemudian plastik berisi air tadi dimasukkan ke dalam botol air mineral dan diikat dengan karet gelang.
|
Dua orang siswa melakukan pengamatan untuk mengetahui banyak sedikit cahaya yang diterima oleh mata menggunakan media pembelajaran yang sederhana.
|
Langkah selanjutnya adalah, siswa menaruh lilin yang sudah menyala di depan ujung botol berisi air tadi. Sambil mengamati cahaya yang masuk ke dalam bola mata, mereka menggeser lilin tersebut sampai didapat cahaya yang paling terang. Untuk mengetahui perbedaan banyak sedikit cahaya yang masuk, digunakanlah tiga buah lingkaran dengan lubang kecil, sedang dan besar.
Selain itu, dengan menggunakan alat tersebut, siswa juga mengamati sifat bayangan yang dibentuk oleh mata.
Dengan cara ini ternyata siswa lebih mudah dalam menangkap pembelajaran hari itu. Mereka juga cukup antusias saat melakukan presentasi hasil pengamatan mereka.
Inovasi pembelajaran yang patut dicontoh.
Menggali Potensi Siswa lewat Keterampilan Berbahasa
|
Kumpulan puisi karya siswa SMPN 1 Rejoso Kabupaten Pasuruan yang dipajang di dinding sekolah, sebagai wadah penyaluran kreativitas siswa.
|
|
Hasil karya siswa MTs Salafiyah Kabupaten Tuban untuk pembelajaran Bahasa Inggris tentang question tags.
|
|
Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 05/Februari 2010
|
|