DBE3 dan Pemerintah Indonesia Memperluas Jangkauan Program Pelatihan Guru Melalui Teknologi Informasi
Jangkauan kegiatan pengembangan professional guru bagi guru yang tidak dapat ikut pelatihan tatap muka (secara langsung) akan diperluas melalui ‘e-learning’. Manfaat utama pelatihan tersebut termasuk penyesuaian pembelajaran dengan kemampuan belajar setiap orang. Apalagi pelatihan dapat dilaksanakan di mana dan kapan saja serta dengan kecepatan sesuai dengan kemampuan orang masing-masing.
Selama 10 bulan terakhir ini DBE3 bekerja sama dengan SEAMOLEC (kumpu-lan Departemen Pendidikan dari seluruh Negara ASEAN) untuk meningkatkan kesempatan guru di Indonesia dalam mengikuti pelatihan dengan mengubah modul pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna (lebih terkenal sebagai ’Better Teaching and Learning’ atau BTL) dari bahan pelatihan tatap muka menjadi bahan e-learning.
|
Kerja ini cukup menantang, karena ciri dan metode pelatihan e-learning dan pelatihan konvensional pada umumnya sangat berbeda.
Bahan pelatihan konvensional meliputi kegiatan yang harus dilaksanakan dalam waktu yang terbatas. Untuk digunakan sebagai bahan e-learning harus dirancang ulang supaya dapat digunakan orang secara mandiri.
Dalam pelatihan konvensional ada fasilitator yang memotivasi dan menarik minat peserta pelatihan, sedangkan peran ini harus ambil alih oleh computer dalam e-modul!
Metodologi yang digunakan dalam pelatihan konvensional DBE3 banyak bergantung pada interaksi sosial, kerja kelompok dan diskusi, sedangkan e-learning tidak bisa berharap pada interaksi tersebut, dan harus dirancang ulang untuk pembelajaran secara perorangan.
|
|
DBE3 dan SEAMOLEC telah bekerja sama untuk mengatasi tentangan tersebut, dan pada akhir Januari 2010 sudah berhasil menyelesaikan modul e-learning BTL tersebut dengan beberapa karakteristik berikut:
Terdapat Fasilitator dan nara sumber maya seperti Pak Dewa untuk membantu pembelajar dalam mengerjakan modul;
Terdapat kegiatan interaksi, seperti: kotak interaktif, pop-up, dan animasi untuk menarik perhatian pembelajar;
Bentuk kegiatan dapat dikerjakan secara individu atau berkelompok sesuai keadaan setempat;
- Tampilan yang jelas dan bersih dengan cara navigasi sederhana agar dapat digunakan dengan mudah oleh guru yang kurang menguasai teknologi komputer.
|
Ternyata Inovasi Pengajaran Memang Diperlukan!
Replikasi program DBE3 di luar Daerah Mitra
|
Kabupaten Gunungkidul dan Batang, Jawa Tengah, bukanlah daerah mitra DBE. Tetapi setelah melihat hasil yang dicapai di sekolah mitra DBE di daerah lain, mereka minta dilatih.
|
|
Siswa serius berdiskusi tentang tugas yang diberikan.
|
Kalimat yang dijadikan judul diatas terucap dari guru-guru MTs. swasta sekabupaten Gunung Kidul yang telah mengikuti Pelatihan Modul BTL 2 Program DBE 3 USAID yang bekerja sama dengan Mapenda-Departemen Agama Gunung Kidul pada pertengahan Januari 2010 yang lalu.
Menurut guru-guru yang mengajar Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, meskipun sangat sulit untuk mengubah kebiasaan mengajar dari yang teacher center menjadi students center, namun keadaan memang menuntut bahwa guru-guru tetap harus melakukan inovasi dan variasi dalam mengajar
|
Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 05/Februari 2010
|
|