 |
|
| 100 Kunjungan Terakhir |
|
| |

| |
|
 |
|
 |
Kabupaten Grobogan
|
Kami harus berjalan kurang lebih satu jam dari ibukota kabupaten Grobogan, Purwodadi untuk mencapai SMPN 2 Kradenan. Kami didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Sugiyanto,SH,MM dan Kepala KANDEPAG Drs H. Taslim,M.PdI yang sangat mendukung program DBE3. Beberapa foto dari kunjungan ke Grobogan ditampilkan di sini.
Kepala Dinas Pendidikan, Bpk Sugiyanto (sebelah kiri) yang mendampingi kami ke sekolah kelihatan di di dalam kelas bersama Kepala Sekolah SMPN 2 Kradenan Bpk. Agus Suprapto,S.Pd,MM.
Dengan dorongan dari Bpk Suprapto suasana di semua kelas menyengangkan. Pembelajaran menarik dan kegiatan belajar mengajar bervariasi. Di semua kelas ada pajangan seperti gambar 2. Di semua kelas setiap siswa mempunyai portofolio untuk menyimpan hasil karya mereka dan merekam kemajuannya. Portofolio diletakkan di dalam map merah muda, terlihat di bagian kiri gambar.
MTsN Jeketro yang terletak di bagian timur kabupaten Grobogan juga semangat menerapkan hasil pelatihan DBE3. Siswa belajar melalui pembelajaran kooperatif.
Staf MTsN Jeketro foto bersama Direktur Program DBE3, Stuart Weston, dan Kepala Kandep Agama, Drs. H. Taslim M.Pd. yang ikut berkunjung.
|
SMPN 2 Musuk, Boyolali
|
SMPN 2 Musuk terletak di gunung di daerah terpencil di Boyolali. Meski demikian, pembelajarannya tetap menarik dan beragam, sehingga jumlah siswa yang berhenti sekolah sangat menurun sejak DBE3 masuk membantu sekolah ini. Di sini ada beberapa gambar kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 2 pada saat kunjungan.
Dra. Sri Supanti Nurhayati, M.Pd, kepala SMPN 2 Musuk adalah juga guru matematika, dan mengajar setiap minggu di kelas. Beliau bersemangat memimpin guru di sekolahnya. Dalam foto beliau masuk kelas membantu siswa dalam pembelajaran matematika yang diberikan oleh guru matematika lainnya.
Semangat belajar juga nampak di pelajaran IPA. Siswa-siswi sedang berpraktik menguji isi berbagai jenis makanan, apakah makanan tersebut mengandung asam, basa atau garam, dengan menggunakan kertas lakmus.
Di sebelah kanan bawah siswi-siswi kelas 8 menunjukkan hasil kerja mereka tentang banjir dalam mapel Bahasa Indonesia yang telah mereka susun bersama-sama. Hasil karya siswa setelah dipajangkan akan disimpan dalam filling cabinet yang disediakan di setiap kelas.
|
|
Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 05/Februari 2010
|
|
|
 |  |