Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 6
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

No.6
Mei 2010

Inovasi Pendidikan
Media Komunikasi SMP dan MTs


Bpk. Fasli Jalal

Wamendiknas, Fasli Jalal

Wamen Mendorong Diseminasi DBE

PERLUNYA melakukan inovasi pembelajaran secara berkelanjutan disampaikan Prof. Fasli Jalal, Ph.D pada saat memberikan sambutan pada acara konferensi nasional pendidikan USAID dan pemerintah Indonesia. Menurut Wamendiknas, guru di Indonesia 25 kali lebih banyak bicara di kelas di bandingkan siswanya. Sementara negara lain 5 kali lebih banyak. Untuk itu diperlukan pendekatan dan praktik terbaik dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar aktif. ”Perlu dicari model, terobosan,

inovasi, dan dipelajari benar model-model terobosan dan inovasi tersebut. Dari pembelajaran itu dilihat mana yang dianggap sangat baik atau best practices yang lahir dari bumi sendiri, pengalaman sendiri. Tentunya harus kontekstual dan sangat relevan dengan sosio kultural di tempat di mana ide-ide itu dikembangkan,” papar Wamendiknas. Kalau itu sudah diperoleh, lanjut Wamendiknas hal itu perlu diinternalisasi oleh stakeholders pendidikan.

Mulai guru, pengawas, birokrasi di tingkat kabupaten, didukung oleh provinsi, didukung oleh Kemendiknas dan Kementerian Agama dengan koordinasi Menko Kesra. Walaupun lokasi program yang didampingi USAID terbatas tapi mempertahankan dan mengembangkannya di tempat yang sama, membawa ide-ide ini ke sekolah baru atau ke kabupaten yang baru atau di tingkat nasional ke provinsi-provinsi yang baru. “Itulah cita-cita kita,” kata Wamendiknas bersemangat.

Kunjungi website kami di
www.inovasipendidikan.net

Mitra DBE3 Maju di Konferensi Nasional

SEMUA program pendidikan yang dibiayai USAID ikut serta dalam Konferesi Nasional yang diadakan oleh Pemerintah Indonesia dan USAID di Kemen Diknas pada tgl. 7 April 2010. Wakil Menteri Diknas, Bpk. Fasli menghargai bantuan USAID dan mendorong keberlanjutan dan penyeberluasan program oleh pihak pemerintah (lihat artikel di sebelah kiri).

Setelah makan siang setiap program mempresentasikan kegiatannya. Narasumber DBE3 yang tampil adalah seorang guru, Ibu Lia dari MTsN Binjai, Kepala Sekolah dan dua siswa dari SMPN 8 Bogor, serta Bpk. Mansyur Eppe dari Pangkep, Sulsel, yang mewakili fasilitator daerah. Di luar ruang rapat ada pameran program USAID. Pameran DBE3 meliputi bahan dari semua propinsi mitra program. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang kontribusi DBE3 dalam konferensi nasional pada halaman 2 dan 3.

Nadya dan Nur Ramadhan, siswa SMPN8 Bogor jadi nara sumber di konferensi nasional

Kepala Sekolah dan guru MTs YPMI di depan pameran di Tanjung Balai, Sumut

Showcase Berlangsung di Banyak Daerah

SEBAGIAN besar daerah mitra di enam propinsi telah mengadakan district showcase (atau pameran daerah) untuk menunjukkan kemajuan DBE3 di sekolah mitra maupun sekolah lainnya yang menerapkan program. Yang diundang sebagai peserta adalah pihak pemerintah daerah dan wakil dari sekolah non-mitra. Di beberapa daerah, kegiatan showcase ini diadakan di pendopo Bupati atau Walikota dan dibuka oleh beliau sendiri. Hasil karya siswa, media, rencana, dan gambar proses pembelajaran dari sekolah mitra dipamerkan. Kepala sekolah, guru, fasilitator daerah, dan siswa membuat presentasi tentang perubahan yang terjadi di sekolah mereka. Selain itu, di banyak daerah ada kunjungan ke sekolah mitra untuk menyaksikan langsung proses belajar mengajar. Laporan singkat tentang showcase di dua daerah dapat dibaca pada halaman 5.

Kepala Sekolah dan guru MTs YPMI di depan pameran di Tanjung Balai, Sumut

Dampak Pada Siswa

DBE3 telah mengadakan tes siswa di 54 sekolah mitra di 25 daerah untuk menilai kompetensi dalam mata pelajaran B. Indonesia, Matematika, dan B. Inggris. Kenaikan skor dari tahun 2009 ke 2010 cukup bermakna, seperti terlihat pada grafik di sebelah kanan. Anda dapat membaca lebih lanjut pada halaman 4.