Wamendiknas, Fasli Jalal
Wamen Mendorong Diseminasi DBE
PERLUNYA melakukan inovasi pembelajaran secara berkelanjutan disampaikan Prof. Fasli Jalal, Ph.D pada saat memberikan sambutan pada acara konferensi nasional pendidikan USAID dan pemerintah Indonesia.
Menurut Wamendiknas, guru di Indonesia 25 kali lebih banyak bicara di kelas di bandingkan siswanya. Sementara negara lain 5 kali lebih banyak. Untuk itu diperlukan pendekatan dan praktik terbaik dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar aktif.
”Perlu dicari model, terobosan,
inovasi, dan dipelajari benar model-model terobosan dan inovasi tersebut. Dari pembelajaran itu dilihat mana yang dianggap sangat baik atau best practices yang lahir dari bumi sendiri, pengalaman sendiri. Tentunya harus kontekstual dan sangat relevan dengan sosio kultural di tempat di mana ide-ide itu dikembangkan,” papar Wamendiknas.
Kalau itu sudah diperoleh, lanjut Wamendiknas hal itu perlu diinternalisasi oleh stakeholders pendidikan.
Mulai guru, pengawas, birokrasi di tingkat kabupaten, didukung oleh provinsi, didukung oleh Kemendiknas dan Kementerian Agama dengan koordinasi Menko Kesra. Walaupun lokasi program yang didampingi USAID terbatas tapi mempertahankan dan mengembangkannya di tempat yang sama, membawa ide-ide ini ke sekolah baru atau ke kabupaten yang baru atau di tingkat nasional ke provinsi-provinsi yang baru. “Itulah cita-cita kita,” kata Wamendiknas bersemangat.
Kunjungi website kami di
www.inovasipendidikan.net
|
Mitra DBE3 Maju di Konferensi Nasional
SEMUA program pendidikan yang dibiayai USAID ikut serta dalam Konferesi Nasional yang diadakan oleh Pemerintah Indonesia dan USAID di Kemen Diknas pada tgl. 7 April 2010. Wakil Menteri Diknas, Bpk. Fasli menghargai bantuan USAID dan mendorong keberlanjutan dan penyeberluasan program oleh pihak pemerintah (lihat artikel di sebelah kiri).
Setelah makan siang setiap program mempresentasikan kegiatannya. Narasumber DBE3 yang tampil adalah seorang guru, Ibu Lia dari MTsN Binjai, Kepala Sekolah dan dua siswa dari SMPN 8 Bogor, serta Bpk. Mansyur Eppe dari Pangkep, Sulsel, yang mewakili fasilitator daerah.
Di luar ruang rapat ada pameran program USAID. Pameran DBE3 meliputi bahan dari semua propinsi mitra program. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang kontribusi DBE3 dalam konferensi nasional pada halaman 2 dan 3.
Nadya dan Nur Ramadhan, siswa SMPN8 Bogor jadi nara sumber di konferensi nasional
|
Kepala Sekolah dan guru MTs YPMI di depan pameran di Tanjung Balai, Sumut
|
|