Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 6
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 10 

SMPN 5 Garut, Jawa Barat

Gunakan Barang Bekas untuk Mendukung Pembelajaran Bermutu, Efektif, dan Efisien

Oleh Tim Guru:
Dra. N. Nurani
Nani Hayati, S.Pd.
Cecep Riyadus Solihin, S.Pd.

KETIKA siswa kelas IX SMPN 5 Garut belajar procedure text, kami menerapkan metode Two Stray Two Sun. Kami mengawali dengan memberi contoh procedure text dan siswa diminta untuk mengisi bagian-bagian kosong pada sebuah teks dengan jangka waktu tertentu.

Jawaban siswa lalu dibahas secara bersama-sama dipandu oleh guru. Setelah dirasa cukup, siswa membuat sendiri sebuah teks prosedur. Mereka memajang hasil karyanya di tembok. Para siswa saling kunjung-karya dengan cara membaca teks karya siswa lain dan memberinya komentar. Setelah itu, setiap kelompok mendapat giliran untuk menyajikan hasil kerjanya di depan kelas.

Para siswa menyajikan karya tulis mereka pada kalender bekas. Kalender bekas dihimpun dan digunakan sebagai media belajar murah, menggantikan kertas plano yang tentu saja jauh lebih mahal. Meski jauh lebih murah, kalender bekas ternyata tetap bermutu dan efektif sebagai media belajar siswa. Bahkan, pada tingkat tertentu, justru kalender bekas memancing kreativitas tersendiri bagi para siswa. Mereka, misalnya, dapat memodifikasi kalender bekas itu dan mendesainnya sedemikian rupa sehingga menjadi menarik.

Siswa SMPN 5 Garut tengah bekerja dalam kelompok. Mereka menggunakan bahan-bahan murah dan mudah didapat, salah satunya adalah kalender bekas yang digunakan untuk presentasi.

Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjasamanya. Kelompok yang lain memberikan feedback atas sajian setiap kelompok.

Dari segi penghematan, beberapa kelompok siswa bahkan bisa menggunakan hanya satu kalender untuk pemajangan karya. Kalender yang sama bisa digunakan secara bergantian oleh setiap kelompok siswa. Karya suatu kelompok bisa saja disajikan di atas karya kelompok lain. Sebenarnya, kalender bekas, apalagi kalender 12 lembar, dapat menjadi media bagi banyak karya siswa lainnya.

Ia dapat ditempeli kartu ucapan selamat, data pribadi, dan skema klasifikasi kalimat fungsional, misalnya. Bahkan kertas kalender juga bisa digunakan untuk membuat alat peraga dari kertas semacam kapal-kapalan, dan lain-lain. Pendek kata, penggunaan kalender itu, selain efektif dan menarik bagi siswa, juga efisien dan ekonomis.

Guru memperlihatkan karya siswa sebagaimana tertempel pada kalender bekas (atas). Para guru mendiskusikan hasil karya siswa itu untuk mengecek kembali, menghargai, dan kemudian memberikan penilaian.

“Penggunaan kalender bekas itu ternyata membuat siswa mudah mencapai kompetensi pembelajaran,” kisah Nani memberikan bukti.

 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 06/Mei 2010