|
Berita Dari Provinsi
|
Halaman 16
|
|
Belajar Bioteknologi sebagai Bekal Hidupku Nanti
Oleh Angga Subastian, Siswa Kelas 9 MTsN Tlasih Kabupaten Sidoarjo
”Cara belajar seperti ini membuat saya tidak hanya belajar IPA, tetapi juga dapat menerapkan pelajaran IPS yang berguna untuk bekal hidupku kelak”
SEJAK Ibu Endang Mujiati, guru IPA di sekolahku menerapkan metode pengajaran yang penuh variasi, suasana belajar di kelas kini tak lagi membosankan. Salah satu yang berkesan adalah saat materi bioteknologi, saat itu guru mengajak siswa untuk memproduksi Nata de Coco. Kami tertantang untuk terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran, karena proses pembuatan Nata de Coco ternyata mudah untuk dipraktikkan dan tidak rumit.
Dalam kegiatan praktikum, kami berbagi tugas. Ada siswa yang membawa air kelapa, mempersiapkan nampan steril, botol steril, dan kertas koran steril. Alat dan bahan seperti: kompor, panci, saringan, sendok, gula, urea, asam cuka, asam sitrat, mineral dan bibit bakteri Acetobacter xilynum telah tersedia di laboratorium IPA. Setelah semua bahan dan perlengkapan siap, kami memulai proses produksi.
Proses produksi terbagi dalam dua tahap, yaitu: tahap pembiakan medium dan tahap pengolahan. Tahap pembiakan medium dimulai dengan merebus 5 liter air kelapa sampai mendidih, kemudian ditambahkan 250 gram gula pasir dan satu sendok makan urea. Lalu tambahkan juga satu sendok makan asam cuka. Sampai pH nya mencapai 3 atau 4. Kemudian tambahkan satu sendok teh asam sitrat dan satu ujung sendok teh mineral.
Kemudian ditunggu sampai mendidih, dan akan diperoleh medium. Medium tersebut dimasukkan ke dalam nampan steril dan dibiarkan sampai dingin lalu ditutup kertas yang sudah disterilkan dengan disetrika. Bila medium sudah dingin, maka bibit Acotobacter xylinum dimasukkan ke dalam medium tadi dan ditutup dengan kertas. Lalu dibiarkan hingga 7-8 hari untuk dipanen.
Tahap pengolahan merupakan kelanjutan dari tahap pembiakan. Nata de Coco hasil panen dicuci dan direndam dengan air bersih selama dua sampai tiga hari. Dalam proses ini air rendaman harus sering diganti. Kemudian Nata de coco dipotong-sesuai ukuran yang dikehendaki, lalu direbus dan dibuang airnya. Nah, jadilah sekarang Nata de Coco yang siap dikonsumsi.
Muncul saran dari Ibu Endang agar kami mengemas Nata de Coco buatan kami secara menarik lalu menjualnya lewat koperasi sekolah. Saran Ibu Endang tersebut membuka wawasan kami untuk berwiraswasta secara mandiri. Ternyata cara belajar seperti ini saya tidak hanya belajar IPA, tetapi juga dapat menerapkan pelajaran IPS yang berguna untuk bekal hidupku kelak.
|
Belajar Menulis Descriptive Text dengan Media PICWORD
Oleh Samsul Huda, S.Pd, Guru Bahasa Inggris MTs Salafiyah Merakurak Kabupaten Tuban
PEMBELAJARAN di sekolah kami lambat laun menjadi semakin menarik, menyenangkan, aktif dan inovatif. Ini semua adalah berkat pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan oleh DBE3 kepada para guru mulai dari BTL I, BTL 2, dan BTL 3.
Sepulang dari pelatihan, saya selalu mencoba untuk menerapkan hasil pelatihan ke dalam pembelajaran di kelas. Salah satu yang pernah saya terapkan adalah penggunaan media pembelajaran PICWORDS (Picture and Words untuk memudahkan siswa dalam belajar writing khususnya DESCRIPTIVE TEXT.
Selama saya mengajar Bahasa Inggris, khususnya writing baik itu descriptive maupun narrative banyak siswa tidak menyukainya karena dianggap pelajaran sulit. Setelah saya menggunakan media PICWORDS untuk mengajarkan writing, ternyata hasilnya luar biasa. Siswa yang biasanya cuek dan malas, akhirnya menjadi senang dan merasa mudah dalam belajar DESCRIPTIVE TEXT. Dalam alur pembelajaran yang membahas tentang Public Service, pertama-tama siswa dikenalkan dengan simbol-simbol yang berhubungan dengan hotel. Mulai tingkatan kelas hotel, macam-macam fasilitas hingga letak dan jenis transportasi yang dapat menjangkau hotel tersebut.
Setelah siswa mengenal gambar-gambar simbol, mereka menulis secara deskriptif tentang hotel dan fasilitasnya. Siswa ternyata cukup antusias. Kemampuan menulis secara deskriptif semakin meningkat.
Dari refleksi pembelajaran, siswa menyatakan menyukainya. Menurut Maratus Sholihatur pembelajaran ini sangat menyenangkan karena menggunakan media pembelajaran yang bagus dan tepat. Kata Liulin Nuha, “Pembelajaran tadi enak sekali, runtut, membuat saya bisa menulis teks deskriptif dan suasananya menyenangkan.”
|
Hasil karya siswa tentang menulis descriptive text dengan media PICWORD.
|
|
Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 06/Mei 2010
|
|