Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 6
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 18 


Pelatihan Pembelajaran Bermakna di Kabupaten Inti

Kurniati Syamsuddin: Saya Sadar kalau Metode Mengajar Saya Harus Diperbaharui

SETELAH 20 tahun mengajar, kini ia baru menyadari betapa pen-tingnya memperbaharui metode pembelajaran. Kurniati Syamsuddin adalah guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Ma’rang Pangkep. Kilas balik pengalaman pembelajarannya selama ini, diceritakan sesaat setelah penutupan pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna 2 (BTL2) di SMPN 1 Mnasate’ne (12-15/2). Nampak begitu terharu menghayati kuatnya antusiasme belajar siswanya saat melaksanakan praktik mengajar, sebagai bagian penting dari pelatihan yang diikutinya itu.

Dengan membandingkan kekuatan metode pembelajaran aktif, ia bahkan sempat menyeka air matanya, merasa mengoreksi diri, saat mengungkapkan kekurangan dan kelemahan metode dan pendekatan pembelajarannya. “Sudah kurang lebih 20 tahun saya mengajar, sekarang saya sadar kalau metode mengajar saya harus diperbaharui,” katanya.

Antusiasme peserta Pelatihan BTL2 lainnya juga tampak pada pelatihan di tiga kabupaten inti lainnya, Enrekang (6-8/2), Jeneponto dan Luwu (19-22/2). 190 peserta yang berasal dari guru Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di empat kabupaten tersebut sangat aktif berlatih tentang Pembelajaran Bermakna. Pembelajaran dengan pendekatan CTL ini berintikan pembelajaran kooperatif, pertanyaan tingkat tinggi, pemecahan masalah, apresiasi karya siswa, dan refleksi pembelajaran.

Foto-foto Pembelajaran aktif yang dilaksanakan peserta pelatihan saat praktik mengajar: (1) di SMPN 2 Pangkep, (2) di SMPN 1 Bajo, (3) di SMPN 4 Tamalatea Jeneponto, dan (4) di MTsN Binamu Jeneponto.



Apa Kekuatan Pembelajaran Kontekstual?

Kurnia Syamsudin

Kurnia Syamsudin:
”Memusatkan perhatian siswa belajar selama proses pembelajaran.”

Naima, S.Pd

Naima, S.Pd, guru IPA SMPN 1 Bajo:
”Mengaktifkan siswa belajar, meningkatkan penyerapan, dan kecakapan hidup siswa.”

Bacce Sareta

Bacce Sareta, guru Bahasa Inggris SMPN 1 Anggareja:
”Mengintegrasikan kecakapan hidup siswa dalam pembelajaran, khususnya kecakapan akademis dan sosial.”

 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 06/Mei 2010