Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 6
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Utama

Halaman 2 


Konferensi Nasional Pendidikan USAID dan Pemerintah Indonesia:

Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Fasilitator Mempresentasikan Praktik Pengajaran Terbaik

Konferensi Nasional Pendidikan (KNP) USAID dan Pemerintah Indonesia diselenggarakan di gedung Kementerian Pendidikan Nasional pada 7 April 2010. DBE 3 menampilkan berbagai keberhasilan dalam mendorong praktik pengajaran terbaik di sekolah. Kepala sekolah, guru, fasilitator daerah (DF), bahkan siswa mempresentasikan berbagai dampak positif program DBE 3 yang dirasakannya secara langsung. Berikut adalah petikan paparan kepala sekolah, guru, fasilitator daerah, dan siswa.

Lia Windari, S.Pd, Guru IPA MTsN Binjai

Perubahan Praktik Pembelajaran di Kelas

Lia Windari S.Pd.

Lia Windari S.Pd.

Siswa MTsN Binjai

Siswa MTsN Binjai saat praktik IPA yang difasilitasi ibu Lia Windari.

SETELAH dilatih DBE 3, perubahan yang terjadi di kelas saya sangat terasa sekali. Sekarang siswa tampak lebih aktif dan asyik dalam belajar. Penataan meja-kursi sudah disusun secara berkelompok. Pajangan hasil karya siswa memenuhi kelas termasuk papan pajangan yang ada di luar kelas. Sudut baca dan sumber belajar siswa juga sudah ada di setiap kelas. Berdasarkan hasil PTK yang saya lakukan, lebih dari 50% siswa menjadi kreatif dan nilai hasil evaluasi belajar anak mening-kat. Hal ini sangat berpengaruh terhadap semangat peningkatan diri. Saya sekarang rajin mencari informasi dari berbagi sumber dan berdiskusi dalam wadah MGMP.

Drs. Mansyur Eppe, Guru Matematika SMPN 2 Pangkajene, dan Fasilitator Daerah Pangkep

Aktif Mendampingi dan Konsisten Menerapkan

BAGAIMANA fasilitator daerah dilatih? Prosesnya dikemas seperti praktik pembelajaran yang menciptakan proses belajar aktif. Misalnya peserta didorong untuk bekerja secara kooperatif, mempresentasikan hasil karya, atau melakukan kunjung karya. Tujuannya agar peserta mendapatkan contoh langsung dan dapat mempraktikkannya di kelas nyata. Pasca pelatihan, para fasilitator daerah secara khusus juga aktif mendampingi para peserta saat mengajar di kelas. Mulai mempersiapkan RPP yang baik sampai mempraktikkannya di kelas, fasilitator ikut terlibat aktif.

Hal ini untuk menjaga konsistensi implementasi hasil pelatihan, menjaga keberlanjutan program, dan membantu terwujudnya proses belajar aktif di kelas. Seorang fasilitator, selain melatih dan mendampingi guru di kelas atau di MGMP, harus juga melakukan terlebih dahulu keterampilan yang diperoleh. Sehingga fasilitator sudah memiliki pengalaman sebelum melatih keterampilan yang akan dipraktikkan peserta di kelas nyata.

Drs. Mansyur Eppe.

Siswa mewawancarai tukang becak, salah satu pembelajaran Matematika yang difasilitasi pak Mansyur.

 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 06/Mei 2010