Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 7
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 16 


Sulawesi Selatan



7 Langkah Menjadi guru Profesional

Pengalaman yang Dibagi Lewat District Showcase

LIMA puluh sekolah mitra dan tiga non mitra DBE3 di kabupaten pengembangan menggelar Pameran Daerah (District Showcase) dalam bulan Mei dan Juni. Event ini berturut-turut berlangsung pada tanggal 12, 17, 22, dan 24 Mei di Palopo, Pinrang, Soppeng, Sidrap serta 1 Juni di Makassar. Pada kegiatan ini kepala sekolah, guru, dan siswa menunjukkan kemajuan penerapan Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual di sekolahnya. Melalui presentasi, pemutaran film pembelajaran aktif, dan pameran hasil karya siswa, mereka membagi praktik-praktik pembelajaran dan pengalaman terbaiknya kepada stakeholder pendidikan daerah yang hadir, meliputi guru dan kepala sekolah non mitra, pengawas, dinas pendidikan, kementerian agama, DPRD komisi pendidikan, dewan pendidikan, Bappeda, bupati, dan walikota.

Tentu saja praktik pembelajaran terbaik yang mereka sebarluaskan bukanlah satu-satunya yang terbaik. Tapi, dengan menunjukkan hasil keikutsertaanya dari program DBE3, mereka mengajak sekolah yang lain untuk berpikir lalu berbuat yang terbaik buat siswa-siswanya. Peserta yang berkunjung ke kelas-kelas sekolah mitra, meyimak presentasi guru, siswa, kepala sekolah dan fasilitator daerah serta pengunjung pameran karya siswa dapat memperoleh sudut pendang baru tentang pembelajaran aktif. Meninggalkan tradisi-tradisi pembelajaran yang tidak mengembangkan kecakapan hidup siswa. Lalu menggantikannya dengan cara pembelajaran yang menghidupkan gairah belajar dan kreativitas siswa.

Kegiatan ini membuka ruang bagi guru, kepala sekolah, dan pelatih daerah menyebarluaskan pengalamannya. Khususnya 7 langkah yang ditempuh untuk mendukung kualitas profesionalismenya, yakni: 1) Pemetaan Kompetensi 2) Pembuatan RPP yang baik 3) Pembuatan Lembar Kerja/ Lembar Tugas yang membantu siswa berpikir kritis 4) Media Pembelajaran yang relevan 5) Rubrik Penilaian yang terukur 6) Pembuatan dan Penilaian karya siswa serta 7) Jurnal Refleksi Guru.

MANFAAT YANG DIRASAKAN

Pemetaan Kompetensi,

Asthma Abduh, S.Pd, M.Pd, guru bahasa Indonesia SMPN 2 Palopo: Saya memahami makna dasar dari setiap pernyataan kompetensi, mendapatkan gambaran hubungan antara SK dan KD, mendapatkan gambaran menyeluruh tentang bangun kompetensi yang akan dicapai dalam satu semester. Saya dapat menentukan tema atau unit yang menjadi payung bahasan kompetensi dan menjadi draf untuk menyusun silabus.

RPP,

Amran Muhyiddin, guru SMPN 4 Pinrang: Saya membuat silabus berdasarkan hasil telaah kurikulum, kemudian RPP saya buat sesuai silabus. RPP mencamtumkan uraian kegiatan dengan rincian waktu, metode mengajar bervariasi, LK buatan sendiri, dilengkapi dengan rubrik penilaian yang lebih terukur, di akhir pembelajaran ada refleksi pembelajaran oleh siswa. Kemudian saya mengevaluasi diri dengan membuat jurnal refleksi guru.

Lembar Kerja Siswa,

Hj. Sumiati, guru IPA SMPN 1 Liliriaja, Soppeng: Saya membuat LK dengan pertanyaan singkat namun memacu siswa berfikir kritis dan kreatif, mengandung informasi berdasarkan konsep, aspek kompetensi yang saya akan kembangkan bersama siswa. Saya memberikan fleksibilitas kepada siswa gunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Media Pembelajaran

Hasrida Halimung, S.Ag. Guru MTsN Model Palopo: Materi yang saya ajarkan lebih jelas, pembelajaran berlangsung lebih menarik dan konkrit. Saya dapat mengatasi keterbatasan ruang sehingga tercipta suasana yang lebih kontekstual.

Rubrik Penilaian

Sumitro, S.Pd, guru Matematika SMPN 1 Pangkajene, Sidrap: Dengan rubrik penilaian yang terukur, saya lebih fokus mengelola pembelajaran sesuai kriteria yang harus dipenuhi oleh siswa; Saya lebih mudah menetapkan standar kelulusan dan ketuntasan, serta melakukan remidial.

Jurnal Refleksi,

Asma Abduh, S.Pd, M.Pd, guru bahasa Indonesia SMPN 2 Palopo: Melalui jurnal refleksi saya mengevaluasi diri apakah pembelajaran yang saya lakukan bermakna bagi siswa? Bagaimana saya melakukannya? Masalah apa yang dihadapi? Bagaimana saya menyelesaikannya?



Mulai Direktur COP DBE3, siswa, guru, sampai pemerintah daerah terlibat aktif dalam kegiatan distric showcase.



 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 07/Agustus 2010