Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 7
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 17 


Belajar dari Perbedaan

BERBEDAKAH kondisi sebelum dan sesudah ikut pelatihan Pembelajaran Bermakna? Pertanyaan ini dijawab jelas oleh Amran Muhyiddin, guru IPA SMPN 4 Pinrang. Presentasinya pada kegiatan lokakarya keberhasilan DBE 3 sangat singkat namun mengajak pengunjung showcase memaknai perbedaan yang ia terapkan. Berikut adalah pokok paparannya.

PRA PELATIHAN

PASCA PELATIHAN

PERANGKAT PEMBELAJARAN

  • Urutan KD disesuaikan dengan urutan dalam kurikulum (tidak ada pemetaan KD)

  • Silabus & RPP dicopy paste tanpa melihat situasi kondisi sekolah

  • Urutan KD disesuaikan dg pemetaan KD dari hasil telaah kurikulum (ada pemetaan KD)

  • Silabus dibuat berdasarkan hasil telaah kurikulum & RPP. Dibuat sendiri dan disesuaikan denga silabus & kondisi sekolah

PERBANDINGAN RPP

  • Tidak ada rincian waktu setiap uraian kegiatan

  • Metode mengajar dengan ceramah saja

  • LK dicopy dari buku LK yang dijual penerbit
  • Minus ide pembelajaran
  • Tidak memakai rubrik penilaian yang terukur
  • Guru tidak perlu membuat Jurnal refleksi

  • Setiap uraian kegiatan ada rincian alokasi waktu

  • Metode mengajar bervariasi baik di dalam atau diluar kelas

  • LK dibuat sendiri oleh guru
  • Menerapkan ide pembelajaran yang mendukung tujuan
  • Ada rubrik penilaian
  • Membuat Jurnal Refleksi guru

KEGIATAN PEMBELAJARAN

  • Siswa hanya mendengarkan guru menjelaskan

  • Siswa mencatat

  • Siswa mengerjakan LK berbentuk isian atau menjawab pertanyaan Ya atau Tidak
  • Tidak merancang LK yang mendorong untuk berkarya
  • Memakai sumber belajar terbatas, hanya buku paket
  • Tidak memberi siswa kesempatan menilai PBM

  • Memfasilitasi siswa bekerja kelompok

  • Siswa mengerjakan LK yang menantang

  • Memfasilitasi siswa menghasilkan karya
  • Memfasilitasi siswa mendiskusikan hasil karyanya
  • Menggunakan sumber belajar kontekstual dan terjangkau
  • Melibatkan siswa merefleksi PBM dan hasil yang dicapai

LINGKUNGAN SEKOLAH

  • Belum menata bentuk bangku-meja untuk kelas aktif

  • Belum kembangkan sumber belajar di luar kelas

  • Tidak ada pajangan karya siswa
  • Karya siswa berbentuk catatan PR
  • Kurang memberikan apresiasi hasil karya

  • Bentuk bangku dan meja untuk belajar kelompok (tidak paten berbanjar)

  • Memperkaya sumber belajar, di dalam dan luar kelas

  • Menjadikan hasil karya siswa sebagai sumber belajar baru
  • Karya siswa yang dipajangkan bervariasi, seperti: laporan percobaan, pengamatan dan kinerja, poster, alat peraga sederhana
  • Selalu menghargai hasil karya dan kreatifitas siswa



Keterangan Foto: (1 dan 2) Refleksi siswa berisi kemampuan apa yang telah siswa pelajari dan perasaan siswa sewaktu belajar (3) siswa bertugas menjelaskan hasil karyanya kepada pengunjung pameran pendidikan di Kabupaten Soppeng.

 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 07/Agustus 2010