c) Manajemen Sekolah dan Pengembangan Profesional Guru
Saat monitoring tahun 2009, tidak terlalu banyak perbedaan pada indikator terkait dengan kepemimpinan kepala sekolah dan MGMP antara sekolah mitra dengan sekolah pembanding. Namun, peningkatan pesat terjadi pada tiap indikator saat monitoring tahun 2010, seperti yang terlihat pada grafik 3.
Peningkatan tertinggi pada indikator tentang kepemimpinan kepala sekolah adalah pada jumlah kepala sekolah yang melakukan monitoring saat proses pembelajaran.
Pengelolaan dan penggunaan perpustakaan sekolah meningkat dengan adanya 84,7% sekolah yang memiliki perpustakaan yang tertata rapi dan digunakan, dibandingkan dengan hanya 61,8% pada tahun sebelumnya. Namun, sebagian besar perpustakaan masih kekurangan bahan bacaan yang memadai.
Efektivitas MGMP meningkat dengan 28,7% dinilai efektif di tahun 2010, dibandingkan dengan 15,9% di tahun 2009. Kekurangan yang paling terlihat adalah frekuensi pertemuan MGMP, yang pada sebagian besar kasus kurang dari 1 kali dalam sebulan. Akses juga merupakan salah satu masalah yang dihadapi karena seringkali MGMP meliputi wilayah cakupan yang sangat luas (biasanya seluruh kabupaten) dan banyak sekolah. Terlihat pula bahwa kebutuhan pengembangan profesional guru lebih banyak terpenuhi melalui MGMP tingkat sekolah, bukan MGMP tingkat kabupaten.
d) Monitoring Kecakapan Hidup di Kabupaten Inti
DBE3 juga telah melakukan monitoring di 80 sekolah mitra di daerah inti (core district) untuk mengukur perkembangan Kecakapan Hidup dan Kecakapan Kerja pada siswa. DBE3 menilai apakah siswa di sekolah target menunjukkan sejumlah kecakapan hidup sosial, vokasional, dan personal yang sudah ditentukan. Data yang terkumpul menunjukkan persentase yang tinggi, dimana 98,6% siswa di 5 provinsi berhasil dalam penilaian prestasi siswa.
Perbandingan dengan data yang didapatkan pada tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan secara umum, yaitu sebanyak 3,6%. Peningkatan terlihat di hampir semua provinsi. Data juga menunjukkan bahwa hasil tes siswa perempuan lebih tinggi dari siswa laki-laki, dan hasil tes siswa SMP sedikit lebih baik dibandingkan dengan siswa MTs.
|
Menikmati karena Banyak Praktik
IMAM AlFRUQ sekarang merasakan perbedaan belajar di SMPN 1 Batang Angkola, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Siswa berkacamata ini begitu menikmati praktik pembelajaran di sekolahnya.
"Aku lebih suka suasana belajar sejak guru-guru di sekolah lebih banyak mengajar dengan praktik. Dulu guru banyak bicara, sangat membosankan, sekarang tidak lagi," ungkap siswa yang mengaku gurunya telah banyak berubah. SMPN 1 Batang Angkola merupakan salah satu sekolah mitra DBE3 di Tapanuli Selatan yang telah melakukan banyak perubahan.
|
Pameran Karya Tahunan
RIZMA RESKANANGA, siswa kelas VIII SMPN 1 Tellulimpoe Sidrap, Sulawesi Selatan, mengusulkan kegiatan pameran karya siswa diselenggarakan tiap tahun.
Menurut Rizma manfaat pameran hasil pembelajaran dapat menjadi arena unjuk kompetensi siswa. Hal Ini memberikan penghargaan terhadap hasil karya yang dihasilkan selama belajar dan memotivasi untuk berkarya yang terbaik. "Saya sangat senang seandainya pameran karya siswa bisa dilaksanakan setiap tahun. Ini saya usulkan ke dinas pendidikan atau DBE3," katanya.
|
|
Inovasi Pendidikan: Media
Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 07/Agustus 2010
|
|