|
Berita Dari Provinsi
|
Halaman 9
|
|
Pengalaman Istikomah Salamah, Guru MTs Al-Ahliyyah
Menyulap Gudang untuk Belajar Aktif
SELAMA ini karya siswa masih tertumpuk di meja dan lemari di ruang guru. Hasil karya tidak tertata dan tidak bermanfaat. Atas dasar itulah saya melirik sebuah gudang. Gudang itu dicat dan ditata sedemikian rupa menjadi ruang belajar sekaligus ruang media belajar. Saya harus keluarkan kocek sendiri yang cukup lumayan untuk memperbaikinya.
Semua itu tiada lain kecuali betul-betul ingin memotivasi para siswa agar dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman dan merasa bangga dengan hasil karya yang dibuatnya. Saya melakukan modifikasi ruang gudang itu menjadi ruang kelas bahasa inggris. Ternyata para siswa sangat senang dan lebih antusias belajar di ruang yang baru dan tampak tertarik. Mereka merasa bangga dengan hasil karyanya yang terpajang.
|
Gudang yang disulap Ibu Salamah berhasil membuat siswa belajar aktif, memanfaatkan TIK, dan dipenuhi pajangan karya siswa.
|
Hal ini menjadi motivasi bagi guru-guru mata pelajaran lain. Mereka terus mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien sehingga dapat menghasilkan karya siswa yang lebih bervariasi. Kami mengintegrasikan TIK kedalam pembelajaran mapel lain. Siswa tidak saja dapat menemukan gagasannya sendiri dan menghasilkan karya, tapi juga dapat menggunakan komputer sebagai media untuk membuat hasil karyanya.
Ternyata eksperimen pengembangan media ini menjadi pemicu motivasi belajar siswa. Kami merasa beruntung mendapat bantuan laboratorium komputer dari USAID. Ini merupakan sebuah laboratorium komputer kelas dunia. Kami bertekad memanfaatkannya untuk proses belajar yang bermutu.
|
Husnul Khotimah Guru SMPN 2 Balongan, Indramayu
Mendorong Siswa Belajar Menulis Komik Berbahasa Inggris
SKENARIO diawali guru membacakan contoh percakapan yang menggunakan ungkapan meminta, menerima, menolak jasa, dan meminta/memberi persetujuan. Siswa meniru dan mengulang percakapan tersebut. Siswa menerima gambar sebagai LK. Melalui gambar, siswa membuat percakapan dengan menggunakan ungkapan meminta, menerima, menolak jasa secara berkelompok.
Siswa juga menulis ungkapan persetujuan dan ketidaksetujuan dalam bentuk dialog pendek secara berkelompok. Meski secara grammar masih banyak kekeliruan, mereka berani menuliskan gagasan ceritanya dalam bentuk komik sederhana (lihat gambar). Lalu, guru menilainya dari segi isi dan struktur bahasa.
|
Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs
|
Edisi 07/Agustus 2010
|
|