Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 8
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Praktik yang Baik

Halaman 19 


Speaking Through The Vocamino Game

SISWA takut salah, kurang kosakata, kurang percaya diri, dan tidak tertarik berbahasa Inggris membuat Drs. Herdiyanto tertantang untuk selalu mengkreasi pembelajaran yang menarik siswa. Dirinya membuat permainan yang di beri nama Vocamino. Istilah ini singkatan dari gabungan kata Inggris Vocabulary dan kata Indonesia Domino. Vocamino game ini untuk memfasilitasi siswa berlatih berbahasa Inggris sambil bermain dengan


Medianya terbuat dari kartu domino, yang bagian depan mata dominonya dibuka lalu dilapisi kertas BC lux warna yang sudah ditulisi kata atau frase dari materi pembelajaran. Game ini di gunakan untuk mencapai KD Mengungkapkan tindak makna tutur fungsional pendek sangat sederhana secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Khususnya saat menyajikan Materi Pokok teks fungsional Instruction dan Shopping List.

Kartu domino kosa kata Bahasa inggris buatan pak Herdiyanto.

Cara menggunakannya:

(1) Siswa dibagi kelompok dengan enam orang anggota;
(2) Setiap kelompok memainkan 24 kartu vocamino, terdiri dari 12 kartu kata Inggris dan 12 lainnya adalah artinya. Kelompok kata dan frase (Instruction dan Shopping list) di kartu vocamino berbeda di setiap kelompok;
(3) Enam siswa di setiap kelompok memegang empat kartu, dua kata Inggris dan 2 kata Indonesia (arti leksikal). Mereka secara bergiliran searah jarum jam menurunkan/ meletakkan kartu di atas meja;
(4) Mengikuti aturan main, yaitu:
      (a) semua komunikasi saat bermain harus dengan bahasa Inggris.
      (b) kartu kata Inggris dan kata Indonesia diturunkan secara berbalasan, layaknya main domion. Tapi, yang lebih penting       adalah siswa mengucapkan dengan jelas kata Inggris yang diturunkannya;
      (c) anggota sesama kelompok berkewajiban membetulkan pengucapan kata yang salah.

Di akhir permainan, wakil setiap kelompok tampil merangkai kata (khusus kata-kata dari materi Shopping List) menjadi kalimat dengan menggunakan tabel isian model papan catur pembentuk kalimat. Tabel ini saya sediakan dari kertas karton ukuran plano dan tempelkan di whiteboard. Permainan vocamino ini mengalokasikan waktu 10 menit untuk tiap kelompok.

Khususnya membantu siswa berkomunikasi langsung dengan teman kelompoknya, mengoreksi pronunciation yang salah, dan menuntun siswa merangkai serta membacakan kalimat-kalimat yang disusunya. Membantu mereka menggunakan kalimat dan frase yang dibutuhkan dalam permainan ini, antara lain: now my or your turn; I'm looking for the meaning of this word; here is the meaning; O.K; sorry, pronunce it correctly; you're right, dan ungkapan lainnya. Siswa tampak percaya diri berkomunikasi singkat dengan temannya.


Belajar Bioteknologi Sederhana melalui Tape Ketan

Amran Muhyiddin, S.Pd menugaskan siswa membuat produk bioteknologi sederhana dengan membuat tape ketan. Kegiatan ini merupakan tugas proyek untuk siswa kelas IX SMPN 4 Pinrang. Tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran ini antara lain memfasilitasi siswa mengenal dan memahami secara nyata tentang mikroorganisme dan peranannya dalam produk bioteknologi sederhana.

Untuk memastikan siswa paham tentang jenis-jenis mikroorganisme yang berperan dalam makanan berfermentasi, saya memilih media tape ketan. Tape ketan adalah panganan tradisional yang dibuat dengan cara fermentasi (peragian). Makanan olahan beras ketan ini sangat mudah bagi siswa untuk dijadikan sumber belajar karena mereka selalu mengkonsumsi.

Hasil proyek pembuatan tape oleh siswa kelas IX SMPN 4 Pinrang.

Tugas proyeknya adalah membuat tape dengan bahan yang terdiri dari beras ketan hitam atau putih 1 liter dan ragi 10 gram. Cara membuatnya:
(1) beras ketan direndam air selama 4 jam
(2) Beras ketan dicuci bersih kemudian dikukus hingga masak dan menjadi sokko (Bugis: beras ketan dikukus matang)
(3) Ragi dicampurkan dengan merata ke dalam sokko yang sudah dianginkan hingga dingin selama 2 jam
(4) Sokko yang sudah dicampur ragi disimpan di dalam wadah tertutup lalu difermentasikan.

Tahap percobaan bermula pada proses fermentasi selama 3 hari. Untuk itu saya menugaskan siswa menyimpan sokko ke dalam 3 wadah:
(1) sokko dengan ragi dalam wadah yang tertutup rapat
(2) sokko dengan ragi dalam terbuka
(3) sokko tanpa ragi dalam wadah terbuka.

Sementara sokko tanpa ragi di simpan di wadah berbeda juga selama 3 hari. Analisis hasil percobaan menjadi bagian penting bagi siswa. Alokasi waktu 2 x 45 menit dipakai siswa secara efektif untuk menjelaskan hasil tugas proyeknya yang dikerjakan secara berkelompok di rumahnya. Selama presentasi dan diskusi kelompok siswa tampak mampu menemukan jenis-jenis mikroorganisme yang membuat tape jadi manis dan sokko jadi basi. Mereka mampu berkreasi menjelaskan unsur-unsur mikroorganisme seperti jamur dan bakteri yang memicu enzim-inzim melakukan metabolisme dalam tape.

 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 8/November 2010