Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita DBE3 EDISI 9
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Berita Dari Provinsi

Halaman 17 


MTsN Rengel Menyongsong Perubahan Pembelajaran

Susunan tempat duduk siswa di MTsN Rengel Kabupaten Tuban kini tak lagi berderet menghadap ke papan tulis, melainkan telah berbentuk kelompok. Dengan model tempat duduk seperti ini siswa akan lebih mudah bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman-temannya.


Papan pajangan untuk memajang hasil karya siswa sudah ada di setiap kelas. Hasil karya yang dipajang ini diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Pada pelaksanaannya, siswa terlibat aktif dalam mengelola isi papan pajangan kelas tersebut.



Buah Manis dari Pembelajaran IPA yang Bermakna

RIKZA Abdurouf dan Anik Sonalifatul punya kesan tersendiri terhadap pelajaran IPA di sekolahnya. Remaja kelas 9 MTsN Berbek, Kabupaten Nganjuk itu tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya ketika berhasil meraih Juara II dan Juara Harapan I pada lomba Olimpiade Sains tingkat SMP / MTs se - Kabupaten Nganjuk yang diselenggarakan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Nganjuk pada tanggal 24 Oktober 2010.

Keberhasilannya dalam meraih juara Olimpiade Sains tidak bisa terlepas dengan model pembelajaran yang selama ini sudah banyak berubah. "Dulu guru banyak bicara, sangat membosankan, sekarang tidak lagi, lebih banyak praktik atau percobaan - percobaan," ungkap Rikza. Sejak menjadi mitra DBE3, MTsN Berbek sudah banyak mengalami perubahan, terutama perubahan pada perilaku guru. Guru aktif mempraktikkan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam mengampu pembelajaran. Siswa lebih sering belajar di luar kelas, memanfaatkan lingkungan sekolah.

Siswa juga didorong berdiskusi dan menemukan sendiri konsep pembelajaran. Penerapan konsep IPA banyak kita temukan dalam kehidupan sehari - hari, tetapi sering kali kita tidak menyadarinya. Begitu juga yang terjadi pada siswa. Dari pemikiran, guru - guru lain yang telah mendapatkan pendampingan dari DBE3 mencoba merancang suatu kegiatan proses pembelajaran aktif, kontekstual dan menyenangkan. Dan kalau ada yang berpendapat bahwa pembelajaran yang kontekstual itu mahal karena memerlukan banyak media, itu tidak tepat.

Dalam pembelajaran kontekstual, media pembelajaran bisa dibuat dari benda - benda yang berada di lingkungan sekitar , misalnya kaleng bekas, baskom, botol air mineral bekas, sabut kelapa, bambu, gabus, kayu, air dan yang lain. Keunggulan media pembelajaran dari lingkungan sekitar adalah bahan - bahan yang dipergunakan mudah didapat, murah dan dapat digunakan oleh siswa sebagai sumber belajar. Dengan media pembelajaran yang murah, pembelajaran bisa berlangsung efektif. Siswa tidak sekedar belajar teori, tetapi membuktikan kebenaran teori itu sendiri. Dengan demikian, diperlukan banyak percobaan atau praktik oleh siswa baik secara individu maupun kelompok.

Rikza Abdurouf dan Anik Sonalifatul berpose bersama piala setelah memenangkan lomba Olimpiade Sains.


 Inovasi Pendidikan: Media Komunikasi SMP dan MTs

Edisi 09/Februari 2011