 Pendidikan Yang Relevan untuk Remaja
Tujuan
Proyek Decentralized Basic Education Three (DBE3) adalah proyek lima tahun yang dirancang oleh USAID Indonesia untuk menunjang peningkatan pendidikan dasar terdesentralisasi yang bermutu dan relevan di Indonesia. Sejak dicanangkan di tahun 2005, DBE3 telah bekerja bersama pemerintah daerah, sektor swasta, kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan mengembangkan kecakapan hidup yang sesuai bagi siswa SMP dan MTs serta remaja putus sekolah melalui pendidikan formal dan non formal. DBE3 mempersiapkan kaum remaja untuk berperan penuh dalam dunia nyata dengan cara memberikan mereka keterampilan, pengetahuan dan nilai-nilai yang relevan. DBE3 bertujuan untuk:
Menciptakan lingkungan yang mendukung upaya perbaikan kualitas program pendidikan untuk remaja
Mempersiapkan siswa sekolah lanjutan pertama dan remaja putus sekolah agar mereka mampu memasuki dunia kerja dan berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat dengan cara memberikan kesempatan belajar
Pendidikan Non Formal
Di bidang Pendidikan Non Formal, DBE3 telah bekerja sama dengan 2.252 pengajar dari 191 Penyedia Pendidikan Non Formal dalam upaya untuk membuat proses belajar mengajar menjadi lebih relevan. Tiga aktivitas utama yang menjadi fokus DBE3 di bidang Pendidikan Non Formal adalah:
Membangun program pendidikan non formal, yang berasal dari keinginan dan kebutuhan masyarakat, di Pusat Kegiatan Bersama Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pondok Pesantren dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
Melatih personil kunci dari Penyedia Pendidikan Non Formal dalam rangka meningkatkan kapasitas mereka dalam memberikan program yang relevan pada remaja
Memberikan bantuan teknis kepada Depdiknas untuk meningkatkan kualitas program Paket B.
Di tahun 2009 DBE3 akan menyelesaikan aktivitas ini dan kemudian akan lebih memfokuskan diri pada sektor pendidikan formal di tingkat sekolah lanjutan pertama.
Pendidikan Formal
Sejak tahun 2005 DBE3 telah melatih lebih dari 7.000 guru dari 196 sekolah formal, dengan menitikberatkan pada pengembangan keterampilan siswa. Hal ini dilakukan dengan cara:
Membantu guru-guru sekolah lanjutan pertama dalam meningkatkan proses belajar dan mengajar
Menyediakan sumber informasi dan bahan pembelajaran bagi guru-guru untuk menunjang proses pembelajaran
Membantu perbaikan sistem pelatihan guru dan calon guru di tingkat nasional agar lebih praktis dan bermutu.
Program Whole School Development
Sejak awal tahun 2009 DBE3 telah menitikberatkan pada program pendidikan formal di tingkat SMP dan MTs di 25 kabupaten yang memiliki komitmen dan keinginan yang kuat untuk maju. Program ini mencakup:
Peningkatan jumlah sekolah di kabupaten, dari empat menjadi sepuluh, dengan tujuan agar jumlah siswa yang mendapatkan manfaat bertambah
Pengembangan program pelatihan yang berbasis pada pendekatan sekolah yang terintegrasi (whole school integrated approach) untuk meningkatkan kualitas sekolah, dengan cara mengadakan pelatihan untuk guru mata pelajaran utama, kepala sekolah dan staf manajemen sekolah mitra
Membangun Kepemilikan dan Membantu Penyebaran Inovasi
DBE3 membantu proses kesinambungan program dan meningkatkan dampak positif program dengan cara membangun rasa kepemilikan program di tingkat lokal dan juga meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengembangkan program. Untuk mencapai hal tersebut DBE3 melakukan hal-hal sbb:
Memilih dan melatih tim fasilitator daerah yang akan melatih guru-guru mata pelajaran utama di sekolah target;
Melibatkan pemerintah lokal dalam pengembangan dan manajemen program dan bekerja sama dengan kepala sekolah dan pengawas untuk meningkatkan peran mereka dalam menunjang pengembangan dan perubahan;
Melibatkan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), universitas dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK), pemerintah kabupaten dan pihak sekolah untuk membangun kapasitas dalam rangka menunjang upaya penyebaran dan kesinambungan program;
Mengimplementasikan strategi dalam rangka mengidentifikasi dan menyebarkan inovasi serta merangsang sekolah dan pemerintah kabupaten untuk mengadopsi inovasi tersebut pada tingkat nasional dengan menggunakan media newsletter, website, rapat/pertemuan, dan lokakarya dengan institusi pemerintah dari Depdiknas dan Depag.
|