|
Salam Jumpa
Rekan pembaca yang baik, newsletter ini hadir mewartakan dinamika pendidikan menengah pertama (SMP/MTs) di Jawa Barat dan Banten. Ia menjadi media komunikasi para guru, remaja, dan segenap pengusung pendidikan di dua provinsi tersebut.
Diterbitkan oleh DBE3 Jawa Barat dan Banten, newsletter ini terfokus pada serba kegiatan pendidikan yang terkait dengan program DBE3. Ini terutama meliputi kegiatan DBE3 dan kegiatan diseminasi/replikasi.
Sebagai warta utama, kegiatan training of trainers di Indramayu mendapat prioritas pada edisi ini. ToT ini merupakan kegiatan awal bagi extension districts setelah dilakukan refokus oleh CoP baru, Stuwart Weston. Selebihnya, edisi ini memuat beragam berita pendidikan dari berbagai daerah mitra DBE3 di Jawa Barat dan Banten.
Selamat menikmati.
|
Tim DBE3 Jabarten bergambar bersama Stuwart Weston (CoP) dan Lorna Power (DCoP) DBE3. Ki-ka duduk: Asep Samuh, Lorna, Rifki. Ki-ka berdiri: Renni, Yeti, Usman, Dindin, Stuwart, Majid, Amalia, dan Nopi.
|
|
|
ToT Cetak Fasilitator Efektif
|
Fasilitator Daerah mengemban tugas penting mewujudkan pelatihan guru yang bermutu. Ia mewakili pelatih pusat agar secara efektif “menurunkan” strategi pembelajaran aktif kepada para guru.
Demikian disampaikan oleh Ari Nurjaman, Asda II atas nama Bupati Kabupaten Indramayu, pada pembukaan Training of Trainers di Indramayu. ToT tingkat propinsi ini berlangsung selama 4 hari, 24-27 Maret 2009, di Hotel Wiwi Perkasa 2 Indramayu.
ToT ini diikuti oleh 101 peserta, terdiri atas 72 orang calon Fasilitator Daerah, 10 orang perwakilan pemerintah kab/kota (Cilegon, Bogor, Karawang, Indramayu, dan Garut), 4 orang perwakilan pemerintah propinsi, 10 orang perwakilan perguruan tinggi, dan 5 orang perwakilan LPMP.
Pelatihan tersebut difasilitasi oleh 11 orang pelatih nasional dan didampingi oleh 2 orang konsultan nasional.
|
|
PC DBE3, Asep S. Muhtadi (kiri) dan Asda 2 Kab. Indramayu, Ari Nurzaman, pada pembukaan ToT.
|
“Para peserta ToT dilatih untuk menjadi fasilitator daerah yang efektif,” ujar Rifki Rosyad, EO DBE3 Jawa Barat dan Banten.
Mereka akan melatih guru mata pelajaran IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris di lima daerah mitra DBE3 di Jawa Barat dan Banten.
|
DBE3 Menerapkan
The Whole-School Approach
|
Asep S. Muhtadi, saat membuka dan mengantarkan ToT di Indramayu, menjelaskan kebijakan DBE3 yang melandasi ToT ini. Sebagai tindak-lanjut dari evaluasi jangka menengah tahun 2008, DBE3 Pusat melakukan upaya refokus dan pengembangan program DBE3.
Di bawah CoP baru, Stuwart Weston, DBE3 kemudian menggariskan pendekatan the whole-school approach. Program-program DBE3 tidak lagi terfokus pada sebagian guru (PKn & Bhs. Inggris) saja melainkan juga pada guru-guru 5 mata pelajaran inti (IPA, Matematika, IPS, Bhs. Indonesia, dan Bhs. Inggris).
|
PC DBE3 Jabarten tengah mengantarkan TOT di Indramayu.
|
Bahkan, guru-guru mapel lain pun akan mendapat kesempatan pelatihan.
Lebih dari itu, lanjut Asep, para kepala sekolah pun akan dilibatkan dalam pelatihan tersendiri. Sesuai dengan peranannya, para kepala sekolah akan mengikuti pelatihan khusus
tentang leadership.
Mereka kemudian akan mendapat dukungan dari pengawas pendidikan dan komite sekolah dalam pengelolaan sekolahnya. Bahkan mereka juga mendapat dukungan terpadu secara teoretis dari perguruan tinggi dan secara praktis dari LPMP.
Itulah sebab mengapa ToT ini juga melibatkan perwakilan dari perguruan tinggi (UPI Bandung & IAIN Banten) dan LPMP Jabar dan Banten.
Asep juga menuturkan bahwa, sebagai bagian dari upaya refokus, kini program non formal akan memasuki tahap phasing out. DBE3 Jawa Barat dan Banten tinggal menyisakan program Non Cash Grant untuk PKBM mitra pada Cohort 2 yang segera tuntas Juni ini.
|