HOME:HALAMAN UTAMA
  Mitra Didaktika (Mei-09)
    
 Berita & Artikel
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Warta Replikasi

Halaman 10 


Tinggi, Permintaan Replikasi di Jabar & Banten

Indramayu kini sedang dilanda oleh semacam “demam” replikasi. Kabar teacher training DBE3 tersiar nyaris ke segenap pelosok Indramayu. Cerita menarik guru-guru dari sekolah mitra atau yang aktif dalam MGMP, tentang pelatihan versi DBE3, sungguh telah menggerakkan guru-guru lain untuk turut mengecap pelatihan DBE3.

Mereka lalu mengajukan permohonan kepada pengawas, kepala sekolah, atau ke Dinas/Depag untuk mereplikasi pelatihan DBE3. Alhasil, replikasi pelatihan DBE3 digelar dari waktu ke waktu, dari sekolah ke sekolah, bahkan di perguruan tinggi.

Replikasi DBE3 digelar pula di daerah terisolir, Desa Cemara, Losarang. Di box sebelah kanan ini adalah tulisan Martono, guru SMPN 1 Junti Nyuat (bukan mitra DBE3), yang pernah mengikuti replikasi DBE3.

Demikian pula, demam replikasi melanda wilayah Banten sejak tahun lalu. Bedanya, replikasi di Banten lebih semarak di bidang pendidikan non formal. Maka, ratusan manajer PKBM telah mengikuti pelatihan manajemen PLS dan ratusan tutor PKBM telah mengikuti replikasi pelatihan tutor a la DBE3.

Replikasi di Banten didanai sepenuhnya oleh pemerintah daerah, khususnya melalui Kanwil Depag Banten. Ini, pada gilirannya, semakin menguatkan tingkat sustainabilitas program-program DBE3.

DBE3 Hadir Tepat Waktu dan Tepat Guna
Martono
Guru SMPN 1 Junti Nyuat

Bidang pendidikan senantiasa menjadi prioritas dalam program pembangunan di berbagai negara. Indonesia pun kini lebih serius meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. Ini terbukti dari alokasi dana 20% oleh pemerintah Indonesia.

Di tengah gencarnya upaya peningkatan mutu pendidikan itu, DBE3 hadir dengan program-program inovatif bidang pendidikan. Ini merupakan suatu kehadiran yang benar-benar tepat waktu dan tepat guna. Tak pelak, kehadiran DBE3 membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya Indramayu.

Program pelatihan guru DBE3 sungguh menjadi kontribusi penting bagi peningkatan mutu pendidikan. Guru yang disentuh, manfaatnya terasa langsung oleh para siswa. Hal ini dimungkinkan karena fokus DBE3 adalah kecakapan hidup (life skills) yang sangat dibutuhkan bagi masa depan para siswa. Lebih lagi, orientasi life skills ini dipandang sangat relevan bagi bangsa Indonesia yang indeks pembangunan manusia bidang pendidikannya masih di bawah 7. Pada tingkat ini, kehadiran DBE3 menjadi sangat tepat guna.

Pelatihan-pelatihan guru oleh DBE3 itu sendiri terasa oleh para guru sebagai amat segar dan memikat. Pendekatannya yang sangat inovatif dan materinya yang kaya dengan nuansa baru benar-benar menjadi daya pikat tersediri bagi para guru. Tidak mengherankan bila kemudian guru-guru di luar sekolah mitra DBE3 mendambakan pengalaman pelatihan DBE3 dan mengusulkan lebih banyak kegiatan replikasi DBE3, di Indramayu khususnya.

Energizer dapat mempertahankan konsentrasi dan semangat peserta replikasi sepanjang pelatihan. Ini menjadi daya pikat tersendiri yang menjelaskan tingginya minat replikasi.

Gambar atas ini menunjukkan peminat replikasi pelatihan DBE3 yang tinggi di Indramayu. Setiap paket pelatihan dihadiri oleh rata-rata 40 guru. Tercatat pula pengawas pendidikan dan kepala sekolah yang mengikuti kegiatan replikasi DBE3.

Diskusi kelompok telah menjadi ciri khas tersendiri dalam pembelajaran aktif. Ini pula yang memikat para guru untuk ikut replikasi dan kemudian menerapkannya terhadap para siswa mereka dalam ruang kelas pembelajaran.