|
Sejalan dengan pendekatan whole-school, ToT di Indramayu juga difokuskan pada pengembangan berbagai aspek terkait proses pendidikan di sekolah.
Sesi demi sesi sepanjang ToT didesain untuk menyediakan wahana pelatihan dalam rangka penempaan aspek-aspek pengembangan sekolah. Fokus tersebut meliputi hal-hal pokok berikut.
Pertama, teknik pengajaran yang efektif untuk membangun kecakapan hidup. Kedua, menciptakan lingkungan kelas yang baik untuk menunjang pengajaran dan pembelajaran yang bermakna.
|
Peserta ToT tengah berlatih debriefing untuk bimbingan sejawat sebagai follow up pelatihan.
|
|
Sesi praktek ToT: Ruang kelas pun dapat berubah menjadi laboratorium.
|
|
Ketiga, merumuskan rencana pembelajaran dalam bentuk RPP. Keempat, praktek pembelajaran aktif dan kontekstual di tingkat sekolah.
Kelima, peran kepala sekolah dan pengawas dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar. Keenam, penyusunan RKTL (Rencana Kegiatan Tindak-Lanjut) untuk masing-masing sekolah mitra.
Sebagai calon District Facilitator (DF), para peserta juga dilatih dalam tiga hal penting. Pertama, bagaimana menjadi fasilitator yang efektif agar para DF mampu memfasilitasi teacher raining secara tepat-proses dan tepat-sasaran.
Kedua, tata cara pendampingan guru yang efektif. Ini dibutuhkan guna mendukung tugas-tugas mereka pada kegiatan follow-up menyusul pelatihan guru.
Ketiga, upaya-upaya untuk menghidupkan MGMP secara optimal dan efektif. MGMP diharapkan menjadi “dapur” peningkatan mutu guru yang, pada gilirannya, dapat mendukung proses pendidikan yang bermutu di sekolah.
|
Peserta ToT sedang praktek mengajukan pertanyaan tingkat-tinggi kepada siswa SMPN 2 Jatibarang, Indramayu.
|
|