HOME:HALAMAN UTAMA
  Mitra Didaktika (Mei-09)
    
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Warta Utama

Halaman 2 


Fokus Baru Lebih Menyeluruh

Sejalan dengan pendekatan whole-school, ToT di Indramayu juga difokuskan pada pengembangan berbagai aspek terkait proses pendidikan di sekolah.

Sesi demi sesi sepanjang ToT didesain untuk menyediakan wahana pelatihan dalam rangka penempaan aspek-aspek pengembangan sekolah. Fokus tersebut meliputi hal-hal pokok berikut.

Pertama, teknik pengajaran yang efektif untuk membangun kecakapan hidup. Kedua, menciptakan lingkungan kelas yang baik untuk menunjang pengajaran dan pembelajaran yang bermakna.

Peserta ToT tengah berlatih debriefing untuk bimbingan sejawat sebagai follow up pelatihan.


Sesi praktek ToT: Ruang kelas pun dapat berubah menjadi laboratorium.

Ketiga, merumuskan rencana pembelajaran dalam bentuk RPP. Keempat, praktek pembelajaran aktif dan kontekstual di tingkat sekolah.

Kelima, peran kepala sekolah dan pengawas dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar. Keenam, penyusunan RKTL (Rencana Kegiatan Tindak-Lanjut) untuk masing-masing sekolah mitra.

Sebagai calon District Facilitator (DF), para peserta juga dilatih dalam tiga hal penting. Pertama, bagaimana menjadi fasilitator yang efektif agar para DF mampu memfasilitasi teacher raining secara tepat-proses dan tepat-sasaran.

Kedua, tata cara pendampingan guru yang efektif. Ini dibutuhkan guna mendukung tugas-tugas mereka pada kegiatan follow-up menyusul pelatihan guru.

Ketiga, upaya-upaya untuk menghidupkan MGMP secara optimal dan efektif. MGMP diharapkan menjadi “dapur” peningkatan mutu guru yang, pada gilirannya, dapat mendukung proses pendidikan yang bermutu di sekolah.


Peserta ToT sedang praktek mengajukan pertanyaan tingkat-tinggi kepada siswa SMPN 2 Jatibarang, Indramayu.

Pertanyaan Tingkat-tinggi Memantik Kreativitas


Bersama merumuskan pertanyaan tingkat tinggi.

Sebagai bagian penting dari active learning, apa yang disebut sebagai pertanyaan ‘tingkat-tinggi’ merupakan sesuatu yang bermakna strategis. Dihadapkan pada pertanyaan ‘tingkat-tinggi,’ siswa akan bukan saja aktif melainkan juga kreatif. Demikian terungkap dalam forum Training of Trainers di Indramayu.

Apa yang dimaksud sebagai pertanyaan ‘tingkat-tinggi’ adalah suatu pertanyaan yang berjawaban ganda. Siswa bisa secara kreatif memiliki jawaban masing-masing yang semuanya bisa benar. Pertanyaan-pertanyaan evaluasi hasil belajar siswa tidak lagi bersifat tertutup terhadap suatu jawaban tunggal.

Pertanyaan tertutup itu bukan saja tidak menantang melainkan juga tidak memicu kreativitas. Pada ToT ini, para calon fasilitator daerah berlatih mengembangkan pertanyaan-pertanyaan ‘tingkat-tinggi’ guna memungkinkan para guru mampu menumbuhkan kreativitas siswa. Pertanyaan ’tingkat-tinggi’ ini dikembangkan sesuai dengan mata pelajaran masing-masing (IPA, IPS, matematika, Bahasa Indonesia & Bhs Inggris). Pada tingkat sekolah, para guru diharapkan mampu merumuskan suatu pertanyaan tingkat-tinggi ini.

Dihadapkan pada suatu pertanyaan tingkat-tinggi, siswa akan bukan saja aktif melainkan juga kreatif