|
Iskandar: “Siswa Bakal Pinter-pinter”
“Bila guru menerapkan pola pembelajaran seperti ini, tentu siswanya pinter-pinter,” ujar Iskandar Sulaeman dengan nada meyakinkan. Mengikuti Training of Trainers di Indramayu, Iskandar Sulaeman begitu yakin bahwa apa yang sedang ia ikuti merupakan suatu inovasi pembelajaran yang menjanjikan mutu pendidikan.
Baginya, para guru memang memerlukan inovasi semacam ini guna menghidupkan suatu proses pembelajaran yang dapat menjadi wahana pengembangan diri para siswa.
|
Iskandar Sulaeman, Fasilitator Daerah Karawang.
|
|
Indah, peserta ToT perwakilan LPMP Jabar, siap mendukung implementasi program DBE3 di daerah.
|
|
Tidak mengherankan bila kemudian Iskandar demikian antusias mengikuti sesi demi sesi Training of Trainers di Indramayu. Ia tampak begitu aktif mengikuti pelatihan karena tidak hendak ketinggalan materi sedikitpun.
Ia lalu bertekad untuk menjadi fasilitator daerah yang efektif “menularkan” inovasi pembelajaran kepada rekan-rekan guru di daerah. Ia tampak demikian optimis, dengan sentuhan DBE3, pendidikan di Karawang akan mengalami kemajuan signifikan.
Baginya, peluang kemajuan pendidikan ini sangat mungkin tercapai, sebab DBE3 terfokus pada pengembangan sekolah secara menyeluruh.
Bila kinerja guru meningkat sedemikian rupa, didukung oleh jaringan MGMP yang kondusif, performa kepala sekolah optimal, dan lingkungan sekolah yang mendukung, tentu mudah saja sekolah mencapai kemajuan luar biasa.
Inilah, Iskandar memahami, perubahan-perubahan yang dikehendaki sebagai dampak dari intervensi DBE3.
|
Evaluasi ToT di Indramayu dilaksanakan tiap malam guna menjamin mutu ToT. Tampak fasilitator nasional, konsultan, dan staf DBE3 Jabarten sedang serius mengikuti rapat evaluasi.
|
|