|
Indramayu ini unik, karena ia menempati ranking 1 dari-bawah se-Jabar dalam IPM (Indeks Pembangunan Manusia) bidang pendidikan. Lalu, Indramayu mengalami akselerasi pendidikan paling cepat se-Jabar dengan pencapaian IPM sejak 3, 4, 5, 6, hingga 7 saat ini. Peningkatan indeks pendidikan yang amat pesat ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam kerja pembangunan manusia.
Demikian dikatakan oleh Asisten Daerah 2 Kab. Indramayu, Drs. H. Ari Nurjaman, M.Si., dalam acara Training of Trainers (TOT) DBE3 Jawa Barat dan Banten di Hotel Wiwi Perkasa Indramayu, Selasa 24 Maret 2009. Asda sebelumnya mengucapkan selamat datang di Indramayu kepada para peserta pelatihan yang merupakan Fasilitator Daerah (District Facilitators) se-Jabar dan Banten.
Ia juga mengucapkan selamat atas terpilihnya para peserta TOT sebagai pelatih DBE3. “Saudara-saudara beruntung terlibat dalam program-program DBE3 yang mengusung pendidikan dengan terobosan strategi baru,” ujarnya. “Ini sungguh pengalaman berharga bagi saudara-saudara sekalian,” tegasnya.
Ari mendukung upaya DBE3 untuk meningkatkan mutu sekolah. Para guru kelak diproyeksikan untuk mampu memupuk life skills remaja, khususnya kecakapan akademik dan sosial, melalui proses pembelajaran kontekstual dan kooperatif.
Ari melihat DBE3 sedang menjalankan program peningkatan mutu dan kapasitas sekolah yang sesungguhnya sasaran bidik akhirnya adalah life skills siswa SMP/MTs yang nota bene kaum remaja.
Pengakuan Asda II ini mencerminkan pengakuan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat dan Banten bahwa program-program DBE3 ini sejalan dengan program-program pemerintah daerah.
Ia menegaskan hal ini dengan memaparkan bahwa fokus DBE3 sejalan dengan fokus pembangunan Indramayu.
Ia lantas menguraikan, “Fokus kami tiga:
(1) pembangunan manusia maju sambil mempertahankan budaya dan nilai-nilai lokal,
(2) peningkatan produksi lokal: eksport hasil tani, nelayan, migas, handcraft, dll., dan
(3) pemeliharaan ketertiban sosial dan lingkungan.”
Baginya, ini semua membutuhkan generasi muda yang berkecakapan. Tak mengherankan jika kemudian Asda ini mengutip instruksi bupati Indramayu: “Bila tahun depan program DBE3 selesai, anggarkan dana khusus untuk mereplikasi program-program DBE3.”
|
|
Drs. H. Ari Nurjaman, M.Si., Asda 2 Kab. Indramayu, saat membuka ToT, didampingi Asep S. Muhtadi, PC DBE3 Jabarten..
|
|
Di atas adalah gambar-gambar rangkaian ToT sejak di ruang pelatihan hingga ruang praktek di sekolah/madrasah.
|
|