HOME:HALAMAN UTAMA
  Mitra Didaktika (Mei-09)
    
 Berita & Artikel
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Warta Daerah

Halaman 5 

Respons Positif Kota Baja terhadap DBE3 ( Cilegon )

Dunia pendidikan Cilegon, dan Banten pada umunya, menyambut baik kehadiran DBE3 di kota Baja tersebut. Kota Cilegon sendiri, karena komitmen pendidikan yang bagus, kini termasuk pada extension districts (kabupaten pengembangan) binaan DBE3 hingga tahun 2010.

Dalam rangka program pengembangan tersebut, DBE3 Jabarten telah menyeleksi 15 DF yang telah mengikuti ToT belum lama berselang. Para DF ini merupakan guru, dosen, atau pengawas pendidikan terpilih yang merupakan potensi daerah terbaik.

Seiring dengan program pengembangan, DBE3 juga telah menambah sekolah mitranya di Cilegon menjadi 10 sekolah/madrasah. Guru-guru di 10 sekolah tersebut akan mengikuti pelatihan mulai bulan Juni mendatang.

Siswa, guru, kepala sekolah Cilegon tengah mendiskusikan Dropout Prevention ala DBE3.

Fakta:
Ratusan guru pada sekolah formal dan tutor pada sekolah non formal di Banten telah mengkuti program replikasi DBE3 yang didanai oleh pemerintah daerah


Siswa SMPN Cilegon sedang mewakili kelompoknya mempresentasikan hasil kerja kelompok.


District Facilitator Cilegon aktif memberikan kontribusi dalam ToT di Indramayu.

Hafizhudin: Belajar Civics Jadi Asyik ( Bogor )

Mata pelajaran kewarganegaraan (PKn/Civics) tidak lagi dikesani sebagai menjemukan oleh siswa-siswi di Bogor. Kini mereka merasa senang belajar PKn karena strategi pembelajaran baru yang diterapkan oleh para guru PKn binaan DBE3.

Hal ini setidaknya diakui oleh Hafizhudin, siswa SMPN 7 Kota Bogor. Hafizhuddin merasakan belajar PKn kini lebih bervariasi. “Aku suka dengan diskusi kelompok saat belajar PKn,” katanya. Saat ditanya alasannya, ia menjawab: “Ya, karena aku bisa belajar mengemukakan pendapat.”

Lebih jauh, Hafizhudin mengakui senang bila tiba saat praktek di luar kelas. “Aku senang pawai,” ujarnya. Ia lalu menjelaskan bahwa guru PKn suka memberinya kesempatan untuk belajar berdemokrasi, seperti unjuk rasa yang tertib dan santun.

Para siswa, urainya, belajar menyusun rencana pawai itu dengan semacam rapat persiapan. Setelah segalanya siap, lalu mereka melakukan simulasi di lapangan.

“Temen-temen juga pada senang tuh kalau praktek di luar kelas,” katanya lagi. “Asyik aja tuh,” imbuhnya. Demikian pula pengakuan Anisa mengenai pembelajaran ICT di SMPN 7 Bogor. “Aku senang belajar ICT,” katanya. “Aku senang sekali bisa memasukkan gambar ke dalam teks gitu,” ujarnya. Anisa juga mengaku sudah terbiasa mengakses Internet.

“Melihat nilai juga di Internet,” akunya. Guru PKn, Bahasa Inggris, dan ICT merupakan prioritas binaan DBE3 sejak awal. Pembinaan guru PKn kini sudah phasing out untuk dikembangkan kepada 5 mata pelajaran baru (IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris).

Kota Bogor menjadi mitra DBE3 sejak tahun 2007 dengan 4 sekolah/madrasah target. Dengan penambahan 6 sekolah binaan baru sebagai extension district, kini terdapat 10 sekolah mitra DBE3 di kota hujan ini.

Hafizhudin bersama kelompok teman sekelasnya..


Hafizhudin, dengan senyum keceriaannya, saat wawancara.


Usai olahraga, Anisa (kedua kiri) dkk berselancar di dunia maya melalui akses Internet di SMPN 7 Bogor.