|
Yan Djuarsyah pada teacher training DBE3 yang baru lalu.
|
Kalau tidak diaplikasikan dalam proses pembelajaran di sekolah, teacher training hanya akan mengulangi kegagalan pembinaan guru pada masa lalu. Sekurang-kurangnya, sejak tahun 1980-an, Karawang giat melakukan pembinaan guru melalui serangkaian pelatihan. Sayangnya, sepulang dari pelatihan, guru tak jarang kembali kepada cara-cara lamanya.
Demikian dikatakan oleh Yan Djuarsyah, Kepala Disdikpora Karawang, kala membuka teacher training modul 6-7, 15-18 Jan 2009, di Karawang. Ia merasa perlu memesankan hal tersebut secara serius agar program DBE3 benar-benar diaplikasikan oleh para guru di tingkat sekolah.
Ia mendasarkan amanat tersebut pada pengalamannya, sebab ia sendiri merupakan instruktur nasional untuk pelatihan guru sejak tahun 1980-an.
|
Sebagian sesi training modul 6-7 dilangsungkan di luar ruang pelatihan, seperti pada gambar ini
|
|
|
Siswa MTsN Karawang ini mengaku senang belajar PKn dengan Ibu Faelasufa.
|
Pelatihan guru modul 6-7 ini diikuti oleh 66 guru (37 laki-laki, 29 perempuan). Mereka terdiri atas 33 guru PKn dan 33 guru Bahasa Inggris, mewakili 25 sekolah/madrasah di Karawang.
Sebelumnya, guru PKn dan Bahasa Inggris ini sudah mengikuti pelatihan guru DBE3 sejak modul 1 sampai modul 5. Mereka selama ini telah mengaplikasikan modul 1-5 dan siap untuk mengaplikasikan modul 6-7 di sekolah mereka.
“Seperti diamanatkan oleh Kadis tadi, saya terus berupaya menerapkan strategi pembelajaran bermakna ala DBE3,” aku seorang peserta. Modul 1-7 tetap berorientasi pada upaya memadukan kecakapan hidup (life skills) ke dalam proses pengajaran dan pembelajaran di tingkat sekolah.
|
Sarla, meski cacat netra, tetap bersemangat mengikuti pelatihan guru Bhs. Inggris DBE3.
|
|