HOME:HALAMAN UTAMA
  Mitra Didaktika (Mei-09)
    
 Berita & Artikel
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Warta Daerah

Halaman 6 

LRB Menyediakan Sumber Belajar Partisipatif ( Karawang )

Pelatihan Learning Resources Box (LRB) merupakan sesuatu yang baru bagi dunia pendidikan Karawang. LRB dapat menjadi alternative untuk proses pembelajaran yang hidup sekaligus efektif.

Demikian dikatakan oleh Mustofa Kamal dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang di sela-sela pelatihan LRB tanggal 14-15 Feb 2009.

Menongkrongi pelatihan LRB sejak pagi hingga sore, Mustofa Kamal mengamati dengan seksama dan tak jarang ia tampak mencatat hal-hal menarik dari pelatihan.

Pelatihan LRB di Karawang diikuti oleh 35 peserta (20 perempuan, 15 laki-laki). Mereka terdiri atas 32 guru dari 4 sekolah mitra DBE3 Cohort 1 dan 3 orang pengawas pendidikan Karawang.

Seorang guru MTsN Karawang mengatakan: “Kami membutuhkan LRB untuk mengoptimalkan proses pembelajaran di madrasah.” “Dan kami yakin akan mendapat dukungan dari kepala madrasah untuk menerapkan LRB,” timpal guru yang lain.

Dengan box di atas meja, para peserta ini sedang mengidentifikasi beragam sumber belajar yang tersedia dalam box dan mendiskusikan pemanfatannya

Peserta LRB training tengah melakukan simulasi kampanye pelestarian lingkungan dengan mendayagunakan berbagai sumber belajar yang tersedia dalam box. Pada giliriannya nanti, simulasi ini akan dilakukan oleh para siswa sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Pelatihan Guru Modul 6-7
Yan Djuarsyah: Active Learning Mesti Mewujud

Yan Djuarsyah

Yan Djuarsyah pada teacher training DBE3 yang baru lalu.

Kalau tidak diaplikasikan dalam proses pembelajaran di sekolah, teacher training hanya akan mengulangi kegagalan pembinaan guru pada masa lalu. Sekurang-kurangnya, sejak tahun 1980-an, Karawang giat melakukan pembinaan guru melalui serangkaian pelatihan. Sayangnya, sepulang dari pelatihan, guru tak jarang kembali kepada cara-cara lamanya.

Demikian dikatakan oleh Yan Djuarsyah, Kepala Disdikpora Karawang, kala membuka teacher training modul 6-7, 15-18 Jan 2009, di Karawang. Ia merasa perlu memesankan hal tersebut secara serius agar program DBE3 benar-benar diaplikasikan oleh para guru di tingkat sekolah.

Ia mendasarkan amanat tersebut pada pengalamannya, sebab ia sendiri merupakan instruktur nasional untuk pelatihan guru sejak tahun 1980-an.

Sesi training modul 6-7

Sebagian sesi training modul 6-7 dilangsungkan di luar ruang pelatihan, seperti pada gambar ini

Siswa MTsN Karawang

Siswa MTsN Karawang ini mengaku senang belajar PKn dengan Ibu Faelasufa.

Pelatihan guru modul 6-7 ini diikuti oleh 66 guru (37 laki-laki, 29 perempuan). Mereka terdiri atas 33 guru PKn dan 33 guru Bahasa Inggris, mewakili 25 sekolah/madrasah di Karawang.

Sebelumnya, guru PKn dan Bahasa Inggris ini sudah mengikuti pelatihan guru DBE3 sejak modul 1 sampai modul 5. Mereka selama ini telah mengaplikasikan modul 1-5 dan siap untuk mengaplikasikan modul 6-7 di sekolah mereka.

“Seperti diamanatkan oleh Kadis tadi, saya terus berupaya menerapkan strategi pembelajaran bermakna ala DBE3,” aku seorang peserta. Modul 1-7 tetap berorientasi pada upaya memadukan kecakapan hidup (life skills) ke dalam proses pengajaran dan pembelajaran di tingkat sekolah.

Sarla

Sarla, meski cacat netra, tetap bersemangat mengikuti pelatihan guru Bhs. Inggris DBE3.