HOME:HALAMAN UTAMA
  Mitra Didaktika (Mei-09)
    
 Berita & Artikel
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Warta Daerah

Halaman 8 

Sekolah Mitra DBE3
Ciptakan Lingkungan Belajar yang Kondusif

( Indramayu )

Winaryo Sayyid

Winaryo Sayyid

Winaryo Sayyid saat memberikan tanggapan dalam pertemuan evaluasi praktek ToT dengan DBE3 (atas) dan di ruang kerjanya dengan senyum khasnya yang menghidupkan iklim pendidikan(kiri).

Strategi pembelajaran yang dirancang DBE3 itu tidak akan jalan bila tidak didukung dengan lingkungan sekolah yang kondusif. Guru-guru yang sudah siap mempraktikkan strategi pembelajaran itu juga tidak bisa menerapkannya dengan baik bila tidak didukung oleh lembaga. Di sini, kemampuan sekolah menciptakan lingkungan belajar menjadi amat penting.

Hal ini rupanya disadari betul oleh Drs. Winaryo Sayyid, M.Pd., Kepala Sekolah SMPN 2 Jatibarang. Sebab itu, ia getol menata dan mengelola lingkungan sekolahnya. “Kami menggalang dana sekuat tenaga untuk menciptkan lingkungan akademik di sini,” ujarnya. “Bahkan, orangtua siswa juga membantu menyiapkan media belajar dan alat peraga yang murah dan tersedia mudah,” paparnya lagi.

Menurutnya, guru-guru juga membuat sendiri alat peraga yang dibutuhkan. “Guru-guru binaan DBE3 lebih kreatif dan saya pantau proses KBM-nya menarik,” ia mengamati. Sukarji, siswa kelas 9 SMPN 2 ini, mengaku senang belajar Bhs. Inggris dengan guru binaan DBE3. Dan Quratul Aini, siswi lainnya, merasa senang mempelajari ‘getaran’ dengan media sederhana: kursi di atas meja dengan palang bamboo dan benang.

Pajangan Karya Siswa
Menyemarakkan Suasana Lingkungan Belajar

( Tangerang )

Lingkungan sekolah juga menjadi penuh nuansa akademik bila karya-karya siswa dipajang secara menarik di dinding. Pajangan ini bisa diletakkan baik di dalam maupun di luar kelas. “Saya bangga melihat karya saya dipajang,” ungkap seorang siswa di MTsN Tangerang.

Seperti contoh pajangan ini (gambar kanan), apapun karya siswa dapat dipampang secara tertera di lingkungan sekolah. Pihak sekolah perlu memajangnya dengan penuh apresiasi atas karya siswa, betapapun ia sangat sederhana.

Justeru pemajangan itu sendiri dapat menjadi alat pemicu gairah belajar siswa sehingga karya-karya itu akan mengalami peningkatan mutu yang menakjubkan.

Orangtua juga melihat anaknya sering menunjukkan rasa bangga tatkala karyanya dipajang di sekolah. “Anakku tampak girang,” ungkap orangtua siswa SMPN 4 Tangerang.

Tentu saja, target pemajangan karya siswa ini bukan sebatas kebanggaan dan kegirangan. Diakui oleh para orangtua bahwa anaknya tampak lebih bersemangat belajar sebagai dampak positif dari pemajangan karyanya tadi.

Pendek kata, sebagai bagian dari lingkungan sekolah, pajangan-pajangan karya siswa itu juga ternyata memberikan konstribusi tersendiri terhadap penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif bagi pembelajaran yang bermutu.

Di SMPN 4 Tangerang, siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan keinginannya dan menjelaskan pikirannya di hadapan guru dan orangtua


Orangtua, guru, dan siswa bisa duduk bersama untuk membicarakan mutu sekolah. Tak terkecuali, dalam rembugan ini, soal lingkungan sekolah dan kelengkapan sarananya dapat dibicarakan dengan penuh kebersamaan.