|
Siswa membutuhkan pendidikan karakter, tidak cukup pinter secara kognitif. Sebab itu, guru jangan hanya mengajar, tetapi harus mendidik. Tatkala mengajarkan sejarah Soekarno, misalnya, jangan terlalu fokus pada titi-mangsa hari-hari kejadian seperti tanggal lahir dan semacamnya.
Ajarkan karakternya sebagai pribadi berkarakter dan pemimpin besar, agar siswa mempelajari dan kemudian membentuk karakternya sebagai calon pemimpin ke depan.
Demikian disampaikan oleh Bupati Subang, Eep Hidayat, dalam acara penyerahan Non Cash Grant DBE3 dan sumbangan buku The Asia Foundation melalui DBE3, pada tanggal 18 Mei 2009 di Pendopo Bupati.
Acara yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan ini dihadiri oleh para kepala sekolah target, pengawas pendidikan, dan para ketua PKBM mitra DBE3.
|
Eep Hidayat, Bupati Subang, saat memberikan sambutan pada acara DBE3.
|
|
Para kepala sekolah menerima bantuan buku, sementara para ketua PKBM menerima perangkat lengkap untuk pelatihan komputer.
Eep lebih lanjut mengamanatkan pendidikan karakter itu kepada sekolah/madrasah dan PKBM. “Saya yakin bisa mengatasi masalah pengangguran struktural alumni sekolah dengan pendidikan karakter,” tegasnya.
“Kembalikan Indonesia ke Indonesia yang sejati, dengan karakter utama: ariman (beriman), nyaah ka sasama (mengasihi sesama), dan sauyunan (gotong-royong),” urainya. “DBE3 sejalan dengan program Subang karena DBE3 juga mendidik karakter guru, siswa, dan remaja Subang,” tandasnya. Maka, Eep mengungkapkan terima kasih mendalam kepada DBE3, Dinas Pendidikan, Depag, kepala sekolah/madrasah, guru, dan segenap rakyat Subang yang berkomitmen mendukung program DBE3.
|
PC DBE3 Jabarten, Asep S. Muhtadi (kanan), menyerahkan Komputer kepada Bupati, Eep Hidayat, sebagai symbol penyerahan seluruh barang NCG kepada PKBM mitra DBE3 di Subang.
|
|