Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  MITRA DIDAKTIKA 15
  
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

No.15
September 2010

MITRA DIDAKTIKA
Media Komunikasi SMP/MTs Jabar & Banten


Otak & Otot Berpadu saat Belajar IPA

Atit Djuwita
SMPN 4 Tarkit Garut

Atit Djuwita Mata pelajaran IPA, khususnya Biologi, yang oleh sebagian besar siswa masih dianggap sebagai pelajaran hafalan sangat mengganggu pikiran saya. Kecenderungan siswa menghafal materi pelajaran yang telah disampaikan mengakibatkan materi tersebut mudah dilupakan. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa pembelajaran yang masih bersifat monoton menyebabkan siswa merasa cukup sebatas mengikuti kegiatan pembelajaran dan ketika tes cukup menghafal materi pelajaran tersebut.

Saya mencoba sedikit demi sedikit mengubah kebiasaan menghafal itu dengan kegiatan pembelajaran yang memadukan aktivitas intelektual dengan gerakan fisik. Menurut Meier (2002: 99) kata "intelektual" menunjukan apa yang dilakukan pembelajar dalam pikiran mereka secara internal ketika mereka menggunakan kecerdasan untuk memikirkan suatu pengalaman dan menciptakan hubungan makna, rencana dan nilai dari pengalaman tersebut.

Berdasarkan pendapat tersebut, belajar intelektual berfokus pada belajar dengan memecahkan masalah dan berpikir. Aspek intelektual dalam belajar dapat terlatih jika terlibat dalam aktivitas seperti: memecahkan masalah, melahirkan gagasan yang kreatif, mengajarkan perencanaan strategis, mencari dan menyaring informasi serta merumuskan pertanyaan.

Pembelajaran menggunakan aktivitas fisik biasanya cenderung identik dengan praktik/eksperimen. Padahal aktivitas fisik bila dimanfaatkan secara maksimal dapat membantu siswa memahami informasi dengan mengasosiasikan gerakan dengan setiap fakta. Jadi belajar menggunakan aktivitas fisik memerlukan usaha yang dapat merangsang siswa untuk melibatkan tubuhnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menciptakan suasana belajar yang membuat siswa bangkit aktif secara fisik.

Untuk kegiatan pembelajaran tersebut, saya terlebih dahulu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja (LK) dengan mengambil topik "Otot sebagai Alat Gerak Aktif." Ketika pembelajaran dimulai dengan introduction, respon siswa sangat bagus. Banyak dari mereka yang pernah mengalami kram ketika selesai olah raga. Antusisme siswa tersebut merupakan langkah awal yang sangat baik. Aktivitas intelektual mereka mulai digunakan ketika setiap kelompok mengerjakan LK. Setiap kelompok rata-rata mampu menjawabnya dengan baik dan benar. Ketika mereka latihan memperagakan kerja otot-otot antagonis, setiap anggota kelompok berlatih dengan kompak.

Setelah selesai mengerjakan LK satu per satu perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk presentasi. Setiap kelompok diwakili oleh 2 orang untuk presentasi, seorang bertugas menjelaskan hasil diskusi dan seorang lagi memperagakan kerja otot antagonis (pertanyaan no. 3). Untuk jawaban pertanyaan no. 2 dan 4 hampir tidak ada masalah. Jawaban tiap kelompok rata-rata benar. Tetapi ketika mereka melakukan aktifitas fisiknya (memperagakan kerja otot antagonis) terlihat antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya mempunyai interpretasi yang berbeda. Hal ini terjadi mungkin karena informasi dari buku paket IPA atau buku-buku lainnya kurang begitu lengkap atau bahkan kurang dan tidak disertai dengan gambar. Tetapi pada akhirnya setiap kelompok mampu saling mengisi dan saling melengkapi. Saya hanya tinggal

Ke halaman berikut...

Otot sebagai Alat Gerak Aktif

  1. Perhatikan gambar di bawah ini!
  2. Bandingkan ketiga jenis otot tersebut! Apa perbedaan ketiganya dilihat dari bentuk, inti sel, kerja otot, dan letak?
  3. Susunlah otot-otot berikut menjadi pasangan otot antagonis berdasarkan gerakan yang dihasilkan: fleksor, supinator, adduktor, depresor, abduktor, pronator, elevator, dan ekstensor!
  4. Jelaskan tiga macam gangguan otot yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari!



Kunjungi www.inovasipendidikan.net, untuk mendukung mutu pendidikan kita.


Mitra Didaktika diterbitkan oleh DBE3-USAID guna dokumentasi dan diseminasi inovasi dan praktik terbaik pendidikan di Jabar & Banten. Contact person: dsolahudin@savechildren.org