HOME:HALAMAN UTAMA
  Mitra Didaktika (Juli-09)
    
  
 Berita & Artikel
  
 Informasi Baru
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Warta Daerah

Halaman 8 


Garut


Munif: Belajar Matematika
ala DBE3

Bpk. Munif Lolos seleksi fasilitator daerah Garut, Munif bertekad untuk belajar banyak dari DBE3 dan berbuat banyak untuk mendukung DBE3. Kepala madrasah MTs Al-Musaddadiyah ini berharap madrasahnya lebih berkembang dengan pengalamannya aktif di DBE3. “Sebagai guru matematika, saya mendapat pencerahan dari Training of Trainers di Indramayu,” akunya. Apa yang ia maksud adalah cara-cara pembelajaran matematika yang lebih efektif dan bermutu. Munif kemudian berbagi trik pembelajaran matematika dengan menulis artikel pada newsletter DBE3 Jakarta, Inovasi Pendidikan.

Berikut adalah intisari trik pembelajaran matematika yang ia tawarkan:

  1. Mulailah dari apa yang diketahui anak

  2. Sajikan matematika dalam suasana yang menyenangkan

  3. Beri kesempatan bicara, bekerja, dan menulis mengenai matematika

  4. Gunakan bahasa yang mudah dipahami

  5. Padukan matematika dengan pelajaran lain

  6. Manfaatkan teknologi secara benar

  7. Gunakan media yang mudah dan menarik

  8. Biasakan pendekatan problem solving

  9. Biasakan siswa aktif berkelompok

“Semoga, di bawah DBE3, pembelajaran matematika menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa,” pungkasnya.***

Matematika Berbahasa Inggris
Pikat Siswa

Siswa SMPN 4 Tarogongkidul merasa senang mendapat bantuan buku dari DBE3. Sejauh ini, sudah dua kali sekolah ini mendapat kiriman buku dari DBE3. “Karena semua buku ini berbahasa Inggris, manfaatnya ganda,” ujar seorang guru.

Maksudnya adalah, dengan buku-buku tersebut, siswa dapat belajar matematika dan Bahasa Inggris sekaligus. Oleh sebab itu, guru tersebut berharap lebih banyak lagi sumbangan buku berbahasa asing.

“Terima kasih dan mohon tambah lagi,” ucap Bu guru yang menerima buku simbolis ini.***

Guru SMPN 4 Tarogong-kidul sedang menerima penyerahan buku secara simbolis

Subang


Taufik
Siap Kawal KTL Variatif

Sejak 2007, Taufik aktif menjadi District Trainer DBE3 di daerah Subang. Ia mengaku paket DBE3 merupakan sesuatu yang berbeda dari pelatihan-pelatihan sebelumnya.

Bpk. Taufik

Taufik pada Follow up Activitry Workshop di Bandung

“Tidak ngantuk, variatif, dan partisipatif,” ujarnya. Lebih dari itu, Taufik merasa tertarik dengan contextual learning dan social service learning yang dijalankan DBE3 untuk Bahasa Inggris dan PKn (modul 4-5).

“Semua itu mesti dikawal dengan kegiatan tindak-lanjut yang terus-menerus,” katanya. Maka, ia tampak sangat antusias mengikuti lokakarya kegiatan follow up tingkat propinsi. KTL rancangan baru memang lebih variatif dan melibatkan lebih banyak pihak.

“Saya siap mengawal KTL demi merawat strategi pembelajaran DBE3,” janjinya.***

Kriswati
Kinerja Guru & Sekolah Meningkat Pesat

Setelah intervensi DBE3, sarana sekolah bertambah karena jumlah siswa meningkat pesat. Animo siswa baru meningkat karena kinerja guru dan sekolah yang memuaskan masyarakat.

Demikianlah testimoni Dra. Kriswati, M.M.Pd., di hadapan Bupati Subang, mengenai dampak program DBE3.

“Asalnya sekolah baru yang kecil dengan hanya 300 siswa,” katanya memberikan ilustrasi. Kini SMPN 2 Jalancagak yang dipimpinnya telah menjadi tempat belajar 600 siswa. Kriswati yakin, dengan bantuan DBE3, kinerja sekolah akan lebih baik lagi karena para gurunya juga akan semakin profesional. “Para siswa tampak senang belajar dengan para guru yang telah dibina oleh DBE3,” tambahnya.

Atas dasar prestasi ini, SMPN 2 kini sedang mengajukan untuk diproses menjadi sekolah standar nasional (SSN). Kepercayaan diri untuk maju sebagai SSN ini tentu saja didukung oleh staf pengajar yang berdedikasi tinggi sekaligus berkapasitas bagus.

Ibu Kriswati

Kriswati saat memberi testimoni di hadapan Bupati Subang belum lama berselang.

“Ini semua adalah dampak nyata program DBE3,” ungkap Kriswati. Ia lalu mengutarakan keininginannya agar program DBE3 ini berlanjut terus. “Semoga berkelanjutan,” harapnya.

Harapannya ini kemudian ia buktikan dengan partisipasinya dalam Leadership Forum di Bandung belu, lama ini. Pada forum ini menekankan perlunya dukungan kepsek terhadap para guru “mengamalkan” DBE3.***