Inovasi Pendidikan
USAID Indonesia Inovasi Pendidikan DBE Indonesia
 HOME:HALAMAN UTAMA
  MITRA DIDAKTIKA 20
  
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Mapel IPA

Halaman 5 


Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ilmu Pengetahuan Alam Kab. Karawang, melalui pola pelatihan BTL4 dari DBE3, memberikan banyak solusi dan menginspirasi guru. MGMP tak hanya ajang untuk kegiatan pemecahan masalah pembelajaran dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, tapi juga dapat difungsikan sebagai bengkel kerja (workshop). MGMP menjadi tempat berbagi (sharing) dan pengkajian lebih lanjut berbagai konsep, metode dan hal-hal lain yang menyangkut kegiatan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan fungsi seperti ini, MGMP tak akan lekang oleh waktu dan selalu memikat para guru untuk beraktivitas.

Kegiatan MGMP IPA dipandu oleh DF DBE3 dan dilakukan kegiatan pendampingan dalam rangka menguji dan memperbaiki program pembelajaran yang dibuat guru. Pendampingan menghasilkan sejumlah temuan dan masalah secara up-to-date dan faktual, sehingga guru mampu tanggap secara cepat untuk mengatasi masalah secara efektif dan efisien. Pada mulanya guru merasa begitu hebat saat membuat perangkat pembelajaran. Ketika diujicobakan pada siswa, ternyata tidak semua anak mampu menyerap semua materi. RPP kemudian diperbaiki dan digunakan Lembar Kerja yang lebih sederhana sehingga lebih bermanfaat sebagai alat pembelajaran.

Berkali-kali memang perbaikan yanag dilakukan tetapi terasa mengasyikkan karena memang memunculkan tantangan yang memerlukan penanganan serius. Sehingga permasalahan dunia pendidikan merupakan permasalahan yang dinamis dan harus dijawab secara proaktif sesuai dengan perkembangan yang menyertainya. Permasalahan yang muncul takkan pernah teratasi apabila tidak didiskusikan secara serius. Di SMPN 1 Rengasdengklok kegiatan MGMP IPA memberikan sesuatu yang positif.

Siswa mampu lebih cepat memahami materi pelajaran sehingga guru mengajar lebih singkat. Guru memberdayakan siswa dan melakukan pembelajaran secara team teaching yang bersinergi secara harmonis, sehingga siswa mendapat "perhatian dan pengawasan serta kasih sayang" yang sama dari guru walau kelas tersebut sudah overload, yakni di atas 40 orang per kelas. Nuansa yang sama dalam hal perbaikan proses kegiatan pembelajaran terjadi di MTs Negeri Rawamerta, yang memberikan kesempatan membuat grafik gerak lurus beraturan dengan menggunakan alat-alat sederhana namun cukup representatif dalam melaksanakannya.

Tali raffia, Bola dan stopwatch ternyata mampu membantu siswa dalam memvisualisasikan hal yang berhubungan dengan gerak lurus dengan baik dan benar. Hal menarik tentang Fisika juga dikembangkan oleh Ibu Epi Pitriah, S.Pd. dengan mencoba mempraktikkan gaya gesek. Dari hasil praktik gaya gesek, siswa menemukan ternyata gaya gesek bukan saja menjadi suatu kendala akan dapat pula digunakan sebagai sesuatu yang menguntungkan. Gaya gesek, misalnya, mengantarkan manusia menemukan rem kendaraan.

Dengan buku yang ditumpuk dengan diberi beban secara bertahap dan ditarik oleh pegas, Bu Epi mencoba untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan gaya gesek yang terjadi. Kini fisika tak lagi sekedar khayalan tapi kenyataan yang dapat dibuktikan secara ilmiah.***


 MITRA DIDAKTIKA

Nomor 20 / Februari 2011