DBE3 Menerapkan The Whole-School Approach
Asep S. Muhtadi, saat membuka dan mengantarkan ToT di Indramayu, menjelaskan kebijakan DBE3 yang melandasi ToT ini. Sebagai tindak-lanjut dari evaluasi jangka menengah tahun 2008, DBE3 Pusat melakukan upaya refokus dan pengembangan program DBE3.
Di bawah CoP baru, Stuwart Weston, DBE3 kemudian menggariskan pendekatan the whole-school approach. Program-program DBE3 tidak lagi terfokus pada sebagian guru (PKn & Bhs. Inggris) saja melainkan juga pada guru-guru 5 mata pelajaran inti (IPA, Matematika, IPS, Bhs. Indonesia, dan Bhs. Inggris).
PC DBE3 Jabarten tengah mengantarkan TOT di Indramayu.
Bahkan, guru-guru mapel lain pun akan mendapat kesempatan pelatihan. Lebih dari itu, lanjut Asep, para kepala sekolah pun akan dilibatkan dalam pelatihan tersendiri. Sesuai dengan peranannya, para kepala sekolah akan mengikuti pelatihan khusus tentang leadership.
Mereka kemudian akan mendapat dukungan dari pengawas pendidikan dan komite sekolah dalam pengelolaan sekolahnya. Bahkan mereka juga mendapat dukungan terpadu secara teoretis dari perguruan tinggi dan secara praktis dari LPMP.
Itulah sebab mengapa ToT ini juga melibatkan perwakilan dari perguruan tinggi (UPI Bandung & IAIN Banten) dan LPMP Jabar dan Banten.
Asep juga menuturkan bahwa, sebagai bagian dari upaya refokus, kini program non formal akan memasuki tahap phasing out. DBE3 Jawa Barat dan Banten tinggal menyisakan program Non Cash Grant untuk PKBM mitra pada Cohort 2 yang segera tuntas Juni ini.
Cerita dan Foto:
http://inovasipendidikan.net/mitra1-1.html |