|
Juli 2009
|
PANRITA Warta Inovasi Pembelajaran di Sulawesi Selatan
|
|
Peserta pelatihan BTL 2 saat praktek mengajar. Memilih menggunakan lingkungan
sekolah sebagai sumber belajar
|
Salam Panrita Pendidikan,
Pembaca yang baik, newsletter PANRITA ini diterbitkan oleh DBE3 Sulawesi Selatan. Ini merupakan media berbagi informasi, pengalaman dan praktek terbaik di bidang pendidikan di antara guru, siswa dan pelaku pendidikan dari wilayah program DBE3
Sulsel.
Inovasi di bidang pengajaran dan pembelajaran adalah fokus warta Panrita.
Khusus edisi perdana ini Training Pengajaran Profesional dan Pembelajaran
Bermakna di kabupaten pengembangan menjadi warta utama.
Diawali dengan informasi tentang kebijakan refokus, Whole School Approach, yang digariskan oleh CoP baru, Stuart Weston. Warta lainnya tentang kegiatan DBE3 di
berbagai daerah.
|
|
800 Guru dan Pengawas Ikut Pelatihan Guru Profesional
|
“Roda pembaruan pembelajaran di sekolah tengah digulirkan DBE3. Pelatihan ini akan memicu perubahan, tidak sekadar menguatkan metode CBSA, PAKEM, tapi benar-benar mencerahkan guru” Kata Drs. H. Ahmad, pengawas Bahasa Inggris, seusai melak- sanakan praktik mengajar di SMPN 2 Baranti Sidrap. Kegiatan ini merupakan implementasi capaian dari pelatihan yang berlangsung selama 3 hari, 6-8 Juni 2009.
Pelatihan digelar dalam tiga angkatan ini juga berlangsung secara simultan di lima kabupaten kota mitra DBE3 (23 Mei-11 Juni) diikuti 800 peserta.
Mereka terdiri dari 704 guru matapelajaran IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris; 40 kepala sekolah, 28 pengawas dan 28 tenaga kependidikan dari Diknas dan Depag.
Tujuh Puluh Lima (75) fasilitator guru profesional yang didampingi 14 fasilitator nasional dan dua konsultan dari perwakilan perguruan tinggi, dan LPMP juga terlibat mengawal proses dan konten pelatihan. Segenap peserta tersebut berasal dari lima kabupaten kota pengembangan program yakni, Makassar 166, Palopo 150, Sidrap 164, Pinrang 154, dan Soppeng 166 orang.
Dalam pelatihan mereka memeraktekkan banyak exercise tentang pembelajaran aktif yang berintikan pembelajaran kooperatif, penyelesaian masalah, pertanyaan tingkat tinggi, apresiasi karya siswa, yang dikemas dalam pola pengajaran dan pembelajaran
kontekstual (Contextual Teaching and Learning).
|
Guru peserta pelatihan Pengajaran Profesional dan pembelajaran Bermakna
|
|
|
DBE3 Refokus Program
dengan Pendekatan Holistik Sekolah
|
|
Azhar Arsyad, Provincial Coordinator DBE3 Sulawesi Selatan menjelaskan The
Whole School Approach
|
Provincial Coordinator DBE3 Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad, saat membuka pelatihan BTL2 di kabupaten Soppeng menjelaskan kebijakan baru DBE3 tentang strategi peningkatan kualitas performa pendidikan di sekolah-sekolah mitra DBE3 di lima kabupaten pengembangan (extention district) Kebijakan baru yang dibuat COP DBE3, Stuart Weston, merujuk pada hasil evaluasi jangka menengah program tahun 2008. Kini DBE3 menerapkan The Whole School Approach.
Dalam implementasi program, DBE3 tidak lagi berfokus pada pelatihan dua guru matapelajaran PKn dan Bahasa Inggris saja melainkan juga pada guru lima matapelajaran pokok yakni Matematika,IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Azhar lebih lanjut menambahkan, bahkan saat ini secara terpadu pengawas sekolah, kepala sekolah, dan staf kependidikan SMP dan madrasah dari Diknas dan Depag dilibatkan dalam pelatihan.
Setelah memahami model pembelajaran bermakna, mereka penting memiliki komitmen untuk meningkatkan kompetensinya serta melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai Permendiknas No.12 dan 13 tahun 2007.
Hasil evaluasi jangka menengah program DBE3 tahun 2008 merekomendasikan antara lain:
(1) program lebih terfokus pada pendidikan formal, SMP dan MTs
(2) pengembangan program pelatihan guru khususnya bidang studi Matematika,IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
(3) singkronisasi peran segenap komponen pelaku pendidikan di sekolah mitra-guru,
kepala sekolah, pengawas sekolah dan komite sekolah.
|