HOME:HALAMAN UTAMA
  Berita dari Sul-Sel
  
 Berita Dari Lapangan
 Mengenai Kami
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  

 Warta Daerah

Halaman 10 


MAKASSAR
Rencana Pendampingan:

Pengawas Terlibat Monitoring Pendampingan

Pertemuan koordinasi persiapan pelaksanaan pendampingan (follow-up activity) dilaksanakan 10 Juli, di aula Depag Makassar. Hadir dalam pertemuan ini 15 district facilitator, 10 guru mapel dari sekolah mitra masing-masing mewakili bidang study yang diampu, dan 6 pengawas dari Diknas dan Depag. Pertemuan ini khusus mengelaborasi dan menyamakan persespsi tentang pendampingan. Khususnya tujuan, mekanisme, dan outcome pendampingan pasca training BTL2.

Isu menarik dan berkembang dalam pertama, diskusi, antara lain : peran pengawas dalam pendampingan. Hal ini memang sejalan dengan kebijakan strategis DBE3 untuk melibatkan staf leading sector Diknas dan Depag dalam monitoring dan evaluasi DBE3. Setelah ikut pelatihan BTL2, pengawas pun juga ikut memantau perubahan yang terjadi di kelas. Sehingga, tugas pengawas nantinya akan terintegrasi dengan kegiatan

Pengawas Diknas dan Depag, DF, guru dan DC bersama-sama merencanakan pendampingan BTL 2 di Makassar

pemantau pendampingan di sekolah. Kedua, Instrumen pengukuran kegiatan pembelajaran. Peserta sepakat untuk m e n g g u n a k a n l e m b a r p e n i l a i a n Pembelajaran Kontekstual, (Modul BTL2:Handout Peserta 4.3). Form ini disepakati oleh karena informasi dan data yang direkam lebih terukur (measurabel) dan terpercaya (reliable). Menjelaskan mengapa form ini dipakai, La Sunra, District Coordinator Makassar menegaskan bahwa dalam kegiatan ini, kita tidak ingin menilai performa baik atau buruk sebuah proses belajar mengajar dengan angka-angka seperti yang ditampilkan lembar penilaian portofolio.

Tapi yang kita tuju adalah penguatan m o t i v a s i g u r u m e n g ap l i k a s i k a n pembelajaran aktif di sekolah. Kita harapkan tumbuhnya kesadaran diri (self aw areness) seorang guru untuk melaksanakan sebuah pembelajaran inovatif. Ketiga, jadwal pendampingan di Makassar segera dilaksanakan setelah hari efektif belajar sekolah di pertengahan Juli. Saat ini district facilitator sudah membagi tim. Setiap tim terdiri dari lima orang untuk mendampingi sekolah mitra yang disepakati. Tahapan kegiatan mencakup pertemuan koordinasi, perencanaan bersama guru dan kepala sekolah, konsolidasi dengan guru yang akan didampingi, refleksi bersama di sekolah, dan pelaporan.

SOPPENG
District Facilitator Soppeng

Inisiator Replikasi Program DBE3

Upaya melestarikan program DBE3 di Soppeng didukung penuh oleh semua pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, Dikmundora, Depag, tokoh masyarakat, hingga DF DBE3 sendiri. Yang terakhir ini, selain sebagai pelatih ahli pembelajaran kontekstual, mereka juga berperan motor penggerak diseminasi pelatihan guru profesional di sekolah-sekolah. Mereka terus mensosialisasikan dan menginisiasi kegiatan pelatihan berbasis sekolah. Dalam bulan Juli-Agustus ini, 21 sekolah yang sudah mengagendakan replikasi program DBE3.

Replikasi ini semua diprakarsai oleh pelatih DBE3 dan didukung oleh District Coordinator. Model replikasi yang ditawarkan ke sekolah ada tiga macam yakni, 1) Replikasi cara sharing cost sekolah dengan DBE3 2) Replikasi cara swadana penuh sekolah. Replikasi cara pertama ini masih menjadi pilihan dominan oleh banyak sekolah.

Replikasi sharing cost juga masih dikembangkan lagi oleh DF. Seperti yang dilaksanakan Dra. Hj. Harnis, kepala sekolah MTs Yasrib, dapat menjadi contoh. Melalui Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs Yasrib Lapajung ia membangun jaringan kemitraan dengan lima sekolah untuk melatihkan guru-guru modul BTL2.

District Facilitator Soppeng menjadi penggagas kegiatan replikasi berbasis sekolah

Pelatihan sudah terjadwal fix dilaksanakan tanggal 20-22 Juli di MTs Yastrib Lapajung, dengan 41 orang peserta. Biaya pelatihan ini nantinya akan ditanggung bersama oleh DBE3 dan Sekolah-sekolah berjaringan - MTs Yasrib, MTs Yasrib Tajuncu, MTs Yasrib Wt. Soppeng, MTs DDI Jolle, MTs Darunnaiem Pesse. DBE3 akan menyediakan pelatih, sementara KKM akan menyediakan ATK, transport dan konsumsi peserta.


 PANRITA Warta Inovasi Pembelajaran di Sulawesi Selatan

Juli 2009